Salah satu ruangan MTsN 1 Kota Kediri yang terbakar. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - MTsN 1 Kota Kediri yang berada di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, mengalami kebakaran pada Jumat (12/6/2026).
Beruntung, api hanya melalap ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan tidak terganggu.
BACA JUGA:
- Munas-Konbes NU 2026 Dibuka Malam ini di Kediri, Gus Ipul: Insyallah Presiden Hadir di Penutupan
- Sidak Timpora di Ponpes Wali Barokah Kediri, Seluruh Dokumen Santri Asing Dinyatakan Lengkap
- Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Kediri Dijaga 400 Personel Banom
- Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu terjadi menjelang Magrib. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pemadam kebakaran dari Kota Kediri dan Kabupaten Kediri sekitar pukul 19.15 WIB.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin turut turun ke lokasi dan memantau langsung proses pemadaman kebakaran yang menghanguskan ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha MTsN 1 Kota Kediri tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, A. Zamroni, yang berada di lokasi kejadian mengatakan kebakaran terjadi setelah aktivitas pembelajaran selesai. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Menurut Zamroni, ruangan yang terdampak kebakaran adalah ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah sehingga tidak berpengaruh terhadap aktivitas belajar mengajar karena tidak berkaitan langsung dengan ruang kelas maupun ruang guru.
Meski demikian, pihaknya masih berupaya memastikan kondisi sejumlah dokumen penting madrasah, terutama buku induk siswa yang memiliki nilai historis dan administrasi penting.
"Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari Kepala Madrasah, buku induk nya itu diamankan di etalase yang terbuat dari kaca dan aluminium. Kami berharap buku induk itu masih aman," kata Zamroni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin meminta para siswa dan wali murid untuk tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah saat ini situasi sudah terkendali. Insyaallah proses belajar mengajar tidak terganggu, dengan kejadian ini. Yakinlah bahwa kami, Pemerintah dan (Kantor) Kementerian Agama akan meksimal, agar proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung dengan baik," kata Gus Qowim.
Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi, menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak akan terganggu karena ruang yang terbakar bukan fasilitas utama kegiatan belajar mengajar.
"Untuk ruang kelas tidak ada yang terbakar. Dugaan sementara, penyebab kebakaran ini adalah konsleting listrik. Untuk memastikan penyebab pastinya, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ucap Anwar Fauzi. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




