Kegiatan Komitmen Aksi Bersama Cegah Bahaya Narkoba. (Ist).
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com – Dinas Kesehatan Kota Kediri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menggelar Komitmen Aksi Bersama Cegah Bahaya Narkoba, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza), terutama di kalangan generasi muda.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Hadiri Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien
- 38 PNS Kediri Naik Pangkat, Mayoritas Guru Diminta Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- BNN Tangkap Dua WN Rusia di Bali, Sita 7,8 Kilogram Hashish Jaringan Internasional
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, mengatakan salah satu strategi yang dilakukan adalah melibatkan puluhan mahasiswa sebagai agen informasi dan edukasi di lingkungan masing-masing.
"Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan puluhan mahasiswa di Kota Kediri sebagai agen informasi dan edukasi bagi lingkungan sekitarnya, " katanya.
Selain mahasiswa, Dinas Kesehatan juga mengundang para penanggung jawab program kesehatan jiwa dari sejumlah puskesmas di Kota Kediri dalam kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel tersebut.
Menurut dr. Hamida, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
"Kita libatkan para mahasiswa agar setelah kegiatan ini mereka bisa memberikan ilmunya atau menyampaikan informasi yang sudah diperoleh kepada teman-temannya di lingkungan kampus, tempat tinggal, serta masyarakat luas," terang dr. Hamida.
Tak hanya melalui edukasi, upaya pencegahan juga dilakukan melalui program skrining kesehatan yang dilaksanakan secara berkala di puskesmas, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga lembaga pemasyarakatan.
Melalui skrining tersebut, Dinas Kesehatan dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
"Melalui screening tersebut, jika ditemukan adanya masalah atau indikasi penyalahgunaan, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi proses rehabilitasi ke rumah sakit atau ke BNN," urainya.
Lebih lanjut, dr. Hamida menyebut penyalahgunaan narkoba dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari pergaulan, kemudahan akses informasi melalui internet, rasa ingin tahu yang tinggi, hingga kondisi keluarga yang kurang harmonis.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





