Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Kompas
“Bila menjabat hingga 2029, ia memegang jabatan kapolri delapan tahun. Terlama di era reformasi,” katanya menganalisis.
Menurut dia, sebenarnya gelombang menuntut pergantian Kapolri Sigit sudah berkali-kali terjadi.
“Salah satunya, sempat muncul saat demo besar mahasiswa Agustus 2025. Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat juga mendesak pergantian kapolri,” katanya.
“Namun, realitasnya, Sigit tetap menjabat Tribrata-1 (istilah di kalangan media). Malah, Prabowo berjanji memberikan Bintang Mahaputra, penghargaan tertinggi negara, kepada Kapolri Sigit,” ujarnya lagi.
Menurut Taufik, di mata Prabowo, Polri sukses dalam program ketahanan pangan. Berperan dalam pertanian jagung. Yang sejatinya bukan tugas utama Kapolri.
Tapi itulah politik. “Kapolri adalah jabatan politik. Hak prerogatif presiden. Tapi, harus lewat persetujuan DPR,” ujar Taufik.
Namun, meski aturannya calon kapolri harus diuji DPR, kenyataanya, calon kapolri tetap lolos di DPR.
“Kesannya, legislatif hanya stempel. Belum ada cerita calon kapolri yang diajukan presiden ditolak DPR,” ujarnya.
Menurut Taufik Lamade, Presiden sebenarny punya hak memberhentikan kapolri di tengah jalan. Ia mencontohkan pada era Jokowi.
“Ada dua kali pemberhentian kapolri sebelum kapolri memasuki pensiun. Jenderal Sutarman diganti Badrodin Haiti, 2015. Sutarman baru memasuki pensiun 9 bulan lagi. Akibatnya, saat itu di Mabes Polri ada dua jenderal bintang empat,” ujarnya.
Jokowi, tegas Taufik, juga memberhentikan Tito Karnavian dari kapolri pada 2019.
“Tapi, ini ceritanya beda. Sebab, Tito diangkat menjadi menteri dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Taufik, sejumlah perwira tinggi polisi yang memegang jabatan strategis juga otomatis diperpanjang masa pensiunnya. Ia menyebut Komjen Fadil Imran, misalnya. Fadil, ujar Taufik, adalah teman satu angkatan kapolri yang kini menjabat asisten kapolri bidang operasi.
Masih menurut Taufik, Fadil yang lahir 14 Agustus 1968, seharusnya pensiun tahun ini (aturan lama).
“Dengan perubahan baru tersebut, mantan kapolda Jaya itu pensiun dua tahun lagi. Begitu juga Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang harus pensiun tahun ini, bakal menambah dua tahun,” ujarnya.
Taufik mengungkap gurauan Prabowo menjelang pelantikan presiden. Saat itu Prabowo Subianto bergurau.
“Nama Kapolri Listyo Sigit (Prabowo) dan Panglima TNI Agus (Subiyanto), kalau digabung, sama dengan namanya. Ia pun mengisyaratkan kedua jenderal yang diangkat di era Jokowi itu dipertahankan. Dan, sampai sekarang,” ujarnya.
Ia menilai, dengan adanya perubahan UU TNI dan UU Polri, secara aturan telah memberikan pintu perpanjangan buat jabatan Kapolri Sigit dan Panglima Agus Subiyanto hingga 2029. Jenderal Agus yang lahir 5 Agustus 1967 memasuki pensiun 2030.
“Prabowo bisa mempertahankan dua orang kepercayaannya itu hingga berakhir periode sekarang sekaligus saat pilpres dan pileg mendatang,” ujarnya.
Bahkan, tegas Taufik, bila Prabowo menang lagi atau menjadi presiden dua periode, bisa saja memperpanjang lagi jabatan Jenderal Sigit dan Jenderal Agus.
“UU juga memberikan pintu kepada presiden untuk memperpanjang jabatan (dinas aktif) kendati seharusnya sudah pensiun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




