Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz

Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz Para hafidz dan hafidzah SMP Unggulan Fullday dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) Pondok Pesantren Amanatul Ummah dalam acara wisuda tahfdiz perdana di Kantor JKSN Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu(10/6/2026). Foto: mma/bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Ini benar-benar spektakuler. Ternyata Pondok Pesantren Amanatul Ummah tidak hanya produktif mencetak santri cerdas dan berprestasi secara akademik sehingga menembus semua perguruan tinggi negeri (PTN) dan luar negeri. Tapi juga produktif mencetak santri - - ah - yang juga menguasai ilmu eksak dan ilmu sosial. Tapi kenapa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA masih membeli ribuan tanah di Surabaya untuk membangun gedung sekolah megah? Benarkah penulis Kamus Al-Munjid berusaha mengubah Al Quran? Inilah laporan wartawan BANGSAONLINE yang meliput acara wisuda para santri Amanatul Ummah tersebut.

Amanatul Ummah memang lembaga pendidikan Islam sangat fenomenal. Pada paruh 2026 ini saja Pondok Pesantren Amanatul Ummah mewisuda 565 santri . Tingkat hafalan mereka bervariasi. Ada yang 5 juz, 11 juz, 15, juz, 19 juz hingga 30 juz.

“Untuk tahun ini murid SMA BP Pacet yang hafal 30 juz sebanyak 83 santri,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto kepada BANGSAONLINE, Rabu (10/6/2026).

Sementara untuk siswa-siswi MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) yang 30 juz sebanyak 45 orang. Seperi diberitakan BANGSAONLINE, Sabtu (16/5/2026), sebanyak 264 siswa-siswi MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) Amanatul Ummah diwisuda. Mereka hafal Al Quran mulai 9 juz hingga 30 juz.

“Sebanyak 45 santri hafal 30 juz,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.

Suasana acara wisuda para penghafal Quran MTs dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: MMA/bangsaonline.

Ikhsan, salah seorang panitia yang juga guru SMA BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto memberikan rincian.

“Wisudawan kategori 9 juz sebanyak 59 santri. Wisudawan kategori 15 juz sebanyak 46 santri. Sedang wisudawan kategori 30 juz 83 santri,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.

Hakimul Hasan dari Amanatul Ummah Surabaya juga merinci bahwa Wisuda Tahfidz SMP Fullday Surabaya diikuti 42 siswa-siswi penghafal Quran.

“Hafalan terbanyak untuk siswa diraih oleh Raffa Aditya Febri dengan hafalan 12 juz, sedangkan siswi bernama Hanna Aqeela, hafal 7 juz,” ujar Hakimul Hasan yang merupakan Kepala Sekolah SMP Unggulan Fullday Amanatul Ummah Surabaya tersebut.

“Kalau SMP BP mewisuda 26 . Hafalan terbanyak santri putri yaitu Annisa Elviana Wiludjeng Supriyanto yang hafal 14 juz, sedang hafalan terbanyak santri putra bernama Achmad Khasanuddin Fauzul Kabir yang hafal 8 juz,” ujarnya.

Nah, dari data tersebut berarti untuk tahun 2026 ini saja Amanatul Ummah telah mencetak 128 santri 30 juz. Sedangkan jumlah total yang diwisuda pada 2026 dari berbagai kategori sebanyak 565 santri. Ini tentu prestasi luar biasa.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat sambutan dalam acara Wisuda Tahfidz SMA Unggulan Berbasis Pesantren (BP) di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Rabu(10/6/2026). Foto: mma/bangsaonline

Karena itu, tutur Kiai Asep, beberapa pejabat dari Kementerian Pendidikan Malaysia tertarik studi banding ke Amanatul Ummah.

“Mereka tanya kenapa santri di Amanatul Ummah kok gampang sekali menghafal Al Quran sampai 30 juz,” ujar putra pahlawan nasional dan pendiri NU KH Abdul Chalim itu.

Padahal, tegas Kiai Asep, santri Amanatul Ummah juga menguasai ilmu-ilmu umum seperti matematika, fisika, biologi, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Bahkan santri Amanatul Ummah banyak yang juara di berbagai olimpiade matematika, fisika, bahasa Inggris, biologi dan ilmu lainnya.

Menurut Kiai Asep, Al Quran adalah mukjizat terbesar dari semua mukjizat yang diterima para nabi.

“Nabi Isa diberi mukjizat bisa menghidupkan orang mati. Nabi Musa diberi mukjizat tongkatnya bisa jadi ular dan Nabi Musa juga bisa membelah lautan. Tapi itu pada masa lalu. Orang menyebut sebagai cerita atau dongeng, meski kita sebagai orang beriman harus percaya,” Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

“Nabi Muhammad diberi mukjizat Al Quran. Mukjizat terbesar karena bisa dirasakan sepanjang masa hingga sekarang,” tambah Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, Al Quran dijaga langsung oleh Allah SWT sehingga tak akan pernah berubah dan tak bisa dipalsukan.

“Jangankan satu kalimat, satu huruf saja diubah pasti ketahuan karena Allah yang menjaga,” ujarnya.

Kiai Asep mengungkap kasus kontroversi Louis Ma'alouf dan Ferdinand Tottel, penyusun atau penulis Kamus Bahasa Arab Al-Munjid yang sangat popular. Dua ahli bahasa Arab itu adalah pendeta dan akademisi Kristen Yesuit. Mereka sangat kondang di kalangan akademisi Islam, termasuk di dunia pesantren.

Menurut Kiai Asep, mereka berusaha mengkritisi dan mengubah kata serta penafsiran ayat Al Quran.

“Tapi mereka gagal,” tutur Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, Allah menjaga Al Quran juga lewat para yang jumlahnya terus bertambah.

“Karena itu bapak ibu bersyukurlah karena anak-anak ibu mencintai Al Quran,” ujar Kiai Asep.

Pantauan BANGSAONLINE, perkembangan santri penghafal Al Quran di Amanatul Ummah memang terus mengalami lonjakan pesat dan drastis. Pada hari ini saja, Rabu (10/6/2026), ada tiga acara di pesantren yang didirikan dan diasuh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA itu.

Pertama, Wisuda Tahfidz I SMP Unggulan Fullday dan SMP Berbasis Pesantren (BP) Amanatul Ummah Surabaya. Acara ini digelar pagi hari di Kantor JKSN Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.

Kedua, Wisuda Tahfidz SMA Unggulan BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto untuk kategori hafal 9 higga 15 juz. Acara ini digelar pagi hari di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. 

Acara Wisuda Tahfidz SMA Unggulan Berbasis Pesantren di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pecet Mojokerto, Rabu (10/6/2026). Foto: bangsaonline.

Ketiga, Wisuda Tahfidz SMA Unggulan BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto untuk kategori hafal 30 juz. Acara yang juga digelar di Masjid Raya KH Abdul Chalim itu dihadiri Bupati Mojokerto Dr Muhamamd Al Barra (Gus Bara).

Sementara para santri di bawah 30 juz mencapai 437 santri. Total tahun 2026 ini Amanatul Ummah mewisuda 565 santri penghafal Al Quran.

Gus Azmi, panggilan Muhammad Dzul Azmi Al-Mutawakkil Alallah, koordinator SMP Unggulan Fullday dan SMP BP Amanatul Ummah, mengapresiasi akselerasi para santri tersebut. Terutama para siswa-siswi SMP Unggulan Fullday dan SMP BP Amanatul Ummah Surabaya yang baru menggelar wisuda I atau pertama kali. Tapi sudah mencapai prestasi tinggi.

“Ini luar biasa. Saya masih ingat dulu SMP BP Pacet untuk wisuda pertamanya hanya 10 juz. Sekarang SMP Fullday dan SMP BP hafal 11 hingga 12 juz,” ujar Gus Azmi saat sambutan di depan para santri dan wali santri yang memenuhi ruangan kantor JKSN.

Menurut Gus Azmi, para kelak akan diberi mahkota dan jubah oleh Allah SWT.

“Yang sinarnya lebih terang dari sinar matahari,” ujar Gus Azmi mengutip sebuah Hadits.

Bahkan, menurut Gus Azmi, Allah SWT tidak hanya memberi mahkota dan jubah kepada tapi juga kepada para orang tua mereka. Karena itu, tegas Gus Azmi, berbahagialah para orang tua yang memiliki putra-putri hafal Al Quran.

Putra Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim tersebut juga mengapresiasi para guru Amanatul Ummah yang telah sukses mendidik dan mencerdaskan para santri. Sehingga menempatkan Amanatul Ummah sebagai lembaga pendidikan terbaik dan termaju di Indonesia.

Muhammad Dzul Azmi Al-Mutawakkil Alallah (Gus Azmi) saat sambutan dalam acara Wisuda Tahfidz perdana SMP Unggulan Fullday dan SMP Unggulan Berbasis Pesantren (BP) Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya di Kantor JKSN Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Rabu(10/6/2026). Foto: mma/bangsaonline

Gus Azmi yang baru menyelesaikan S-2 di University of Buckingham Inggris itu mengaku mencapai prestasi akademik setelah belajar di Amanatul Ummah. Ia becerita sewaktu lulus SD ia tak mengerti ilmu eksakta seperti metematika, fisika, dan ilmu pasti lainnya. Tapi begitu belajar di Amanatul Ummah ia justru juara olimpiade ilmu eksakta. Bahkan ia diterima di Fakultas Farmasi Unair.

Karena itu, tegas Gus Azmi, bapak ibu tidak usah bingung menyekolahkan putra-purinya, daftarkan saja ke SMA atau Madrasah Aliyah Amanatul Ummah.

Amanatul Ummah Surabaya memang baru kali pertama mewisuda para . Tapi Kiai Asep telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mempercepat pengembangan lembaga pendidikan Amanatul Ummah Surabaya.

“Saya sudah beli tanah ribuan meter untuk bangun gadung SMP yang megah sehingga SMP Amanatul Ummah Surabaya menjadi sekolah terbaik dan paling favorit di Surabaya. Parkirnya sangat luas sehingga mobil bisa masuk,”ujar kiai miliarder tapi dermawan itu sembari mengajak BANGSAONLINE untuk menyaksikan tanah di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur yang baru dibelinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO