Ilustrasi
Yoni menjelaskan, kedua santri terjatuh saat berada di balkon bagian belakang asrama yang berada di lantai dua bangunan. Keduanya diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.
Sebelum kejadian, kedua santri diketahui menggeser lemari yang menutupi jendela kamar. Setelah lemari berhasil dipindahkan, mereka keluar melalui teralis jendela menuju balkon belakang asrama.
"Keduanya infonya makan bersama. Setelah itu mereka naik dan menggeser lemari dan terjadilah peristiwa itu," ungkap Yoni.
Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian. Petugas juga memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Yoni menegaskan pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak akan mempermasalahkannya secara hukum.
"Surat pernyataan nanti akan diserahkan bersama dengan kepala desa setempat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




