Moch Zamroni, Kadisnaker Lamongan
Kapolsek Deket, AKP Akhmad Khusen, mengatakan terdapat 19 karyawan yang sempat mendapatkan penanganan medis. Seluruh korban merupakan pekerja laki-laki.
"Yang dirawat ada 19 karyawan, semuanya laki-laki. Enam orang masih menjalani perawatan dengan infus, namun seluruhnya dalam kondisi sadar. Gejala yang dirasakan antara lain mual, mata perih, dan pusing," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan insiden tersebut bukan disebabkan kebocoran maupun ledakan tabung gas sebagaimana sempat beredar di masyarakat.
Menurut Khusen, dugaan sementara mengarah pada paparan uap yang berasal dari proses produksi di dalam ruangan.
"Dugaan awal berasal dari uap produksi yang terkompresi di dalam ruangan. Jadi bukan karena tabung bocor. Uap tersebut kemudian terhirup para karyawan hingga menyebabkan pusing dan mual dalam satu ruangan yang sama," jelasnya.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Satreskrim Polres Lamongan masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kandungan uap yang menyebabkan para pekerja mengalami gangguan kesehatan.
"Untuk kepastian jenis uapnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Lamongan," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




