SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Penggunaan kendaraan bak terbuka atau pikap untuk mengangkut penumpang masih kerap dijumpai di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.
Kebiasaan tersebut umumnya dilakukan masyarakat saat bersilaturahmi atau melakukan perjalanan bersama ke suatu tujuan tertentu.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Masyarakat menilai penggunaan pikap lebih praktis karena mampu mengangkut banyak penumpang dalam satu perjalanan.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan menggunakan beberapa kendaraan sekaligus.
Meski demikian, penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Kondisi tersebut juga dinilai berisiko terhadap keselamatan penumpang.
Penumpang yang berada di bagian belakang kendaraan tidak memiliki perlindungan yang memadai apabila terjadi pengereman mendadak, kecelakaan, maupun saat melintasi jalan dengan kondisi kurang baik.
Salah seorang pengendara motor, Nayla, mengatakan penggunaan kendaraan bak terbuka sebagai angkutan penumpang sudah menjadi pemandangan yang umum di sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, praktik tersebut semakin sering dijumpai saat momen hari besar keagamaan, acara keluarga, maupun kegiatan sosial lainnya.
"Penggunaan kendaraan bak terbuka sebagai angkutan penumpang memang sudah menjadi pemandangan yang cukup familiar di sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Sumenep. Terlebih saat momen hari besar keagamaan, acara keluarga, maupun kegiatan sosial, kendaraan jenis pikap sering dimanfaatkan untuk mengangkut banyak orang sekaligus," ujar Nayla, Selasa (02/06/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Selain edukasi dari pihak terkait, diperlukan pula dukungan berupa penyediaan sarana transportasi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat.
Dengan adanya alternatif transportasi yang lebih layak, masyarakat diharapkan memiliki pilihan yang lebih aman saat melakukan perjalanan maupun kegiatan silaturahmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




