Foto: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images
MUGELLO, BANGSAONLINE.com – Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, memberikan nilai sempurna 10 dari 10 untuk akhir pekan comeback-nya di Grand Prix Italia. Meski sukses melampaui target, sang juara bertahan mengakui bahwa kondisinya saat ini masih "masih jauh" dari performa terbaik yang ia inginkan.
Sebelumnya, Marquez terpaksa absen dalam balapan utama di Le Mans dan seluruh rangkaian GP Catalunya akibat cedera. Kembali mengaspal di Sirkuit Mugello yang terkenal menuntut fisik, pembalap asal Spanyol ini langsung menggebrak sejak sesi awal.
BACA JUGA:
- Frustrasi di Mugello, Fabio Quartararo Akui Kehilangan Motivasi Bersama Yamaha
- Marquez Dipastikan Comeback di GP Italia 2026: Saatnya 'Si Kucing' Kembali Berburu Tikus
- Alex Marquez Sukses Jalani Operasi Tulang Selangka Pasca-Kecelakaan Horor di Catalunya
- GP Catalunya Diwarnai Drama Horor, Fabio di Giannantonio Menang Lewat Dua Kali Red Flag
Marquez mengambil risiko besar pada latihan Jumat demi mengamankan tiket langsung ke Q2. Hasilnya tidak mengecewakan; ia sukses mengamankan posisi start keempat sebagai pembalap Ducati terdepan. Ketangguhannya berlanjut pada Sprint Race hari Sabtu, di mana ia sempat memimpin balapan sebelum akhirnya finis di posisi kelima.
Puncaknya terjadi pada balapan utama hari Minggu. Berjuang melawan keterbatasan fisiknya, Marquez menyuguhkan aksi heroik saat terlibat duel sengit dan intens dengan pembalap muda KTM, Pedro Acosta.
Marquez mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menahan gempuran rekan senegaranya tersebut, sebelum akhirnya harus merelakan posisi dan finis di tempat ketujuh.
Mengingat besarnya keraguan yang membayangi sebelum balapan, Marquez merasa sangat puas dengan pencapaiannya di Italia.
"Jujur, saya sangat senang dengan jalannya akhir pekan ini, dan kami melampaui ekspektasi," kata pembalap Ducati itu.
"Saya ragu untuk datang atau tidak, karena sangat sulit untuk berkendara di sirkuit ini ketika Anda berada di bawah tekanan. Tetapi saya memutuskan untuk datang dan kami menjalani akhir pekan yang fantastis. Saya menunjukkan sekilas kecepatan, meskipun hanya sebentar, tetapi saya memutuskan untuk keluar dan memberikan yang terbaik, dan apa pun yang terjadi, terjadilah."
Pada balapan hari Minggu, Marquez menyentuh garis finis 10,7 detik di belakang sang pemenang, Marco Bezzecchi, dan terpaut lima detik dari rekan setimnya, Francesco Bagnaia, yang mengamankan podium ketiga.
Walau jarak dengan barisan depan masih cukup lebar, Marquez sadar betul bahwa proses pemulihan performanya harus dilakukan selangkah demi selangkah.
“Saya akan memberi nilai sepuluh untuk akhir pekan ini. Jelas, saya tidak suka finis begitu jauh di belakang pemenang. Tetapi mustahil untuk menang tanpa terlebih dahulu naik podium. Saya masih merasa jauh dari tempat yang saya inginkan, tetapi kita harus melihat apakah saya dapat mencapai level itu. Jika saya di sini, itu untuk mencoba memperpanjang karir saya di kejuaraan.”
Perjuangan Marquez di Mugello terhitung luar biasa mengingat ia baru saja menjalani dua operasi terpisah pasca-kecelakaan di sprint race Le Mans awal bulan ini. Operasi pertama dilakukan untuk memulihkan cedera jari kaki yang patah. Sementara operasi kedua jauh lebih kompleks, yaitu memperbaiki posisi sekrup di bahunya yang kerap menyentuh dan mengiritasi saraf.
Meski sudah dinyatakan fit oleh tim medis, Marquez mengakui bahwa kekuatan fisiknya belum kembali 100 persen.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah menilai bagaimana bahu saya bereaksi,” jelasnya. “Hari ini, saya mengalami iritasi yang lebih parah dari biasanya di kapsul bahu, yang normal. Tujuan dari operasi tersebut adalah untuk memperbaiki kondisi saraf.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




