Kemacetan arus lalulintas di Pasar Patemon Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan yang disebabkan aktivitas pasar unggas yang meluber hingga ke bahu jalan
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Kepadatan arus lalu lintas terjadi di kawasan Pasar Blega dan Pasar Patemon, Bangkalan, Senin (25/5/2026), akibat aktivitas pasar tumpah serta jual beli hewan kurban menjelang Iduladha.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kemacetan yang berlangsung cukup lama. Salah satunya Imam Ashari yang mengaku terjebak macet lebih dari 30 menit saat melintas di jalur tersebut.
BACA JUGA:
- Kos di Blega Diduga Jadi Lapak Sabu, Polres Bangkalan Amankan Pria 50 Tahun dan Puluhan BB
- Viral Teror Pocong Bersajam Resahkan Warga, Polres Bangkalan: UIah Iseng Tiga Pemuda
- Ricuh di Arena Sabung Ayam Perbatasan Bangkalan-Sampang, Polisi Belum Beri Penjelasan
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
Kemacetan di Pasar Blega dipicu aktivitas pasar tumpah dan perdagangan hewan kurban, terutama sapi, yang membuat arus kendaraan tersendat dari dua arah.
Sementara di Pasar Patemon, aktivitas jual beli unggas meluber hingga badan jalan sehingga memperparah kepadatan lalu lintas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Akh. Jauhari, mengatakan pihak kepolisian telah menerjunkan personel sejak pukul 05.00 WIB untuk mengurai kemacetan.
Sebanyak delapan personel ditempatkan di kawasan Blega dan empat personel di Patemon. Pengamanan juga dibantu anggota Polsek dan Sabhara.
"Kepadatan di Patemon diperkirakan akan terurai sekitar pukul 11.00 WIB, sementara di Blega baru terkendali sekitar pukul 13.00 WIB setelah aktivitas pasar selesai," kata Jauhari, melansir RRI.
Menurut Jauhari, lonjakan volume kendaraan yang berbarengan dengan aktivitas pasar menjadi penyebab utama kemacetan di kedua titik tersebut.
Untuk menghindari kepadatan, polisi mengarahkan pengendara dari arah Surabaya menuju Pamekasan atau Sumenep agar mengambil jalur alternatif sebelum Pasar Patemon dengan melewati rute Tragah–Kwanyar–Galis.
Sementara untuk pengendara dari arah Sumenep menuju Surabaya atau Bangkalan, tidak tersedia jalur alternatif selain melalui jalur Pantura Sampang.
Jauhari mengimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan dan tetap bersabar saat melintas di kawasan tersebut agar tidak terjebak kemacetan panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




