Foto: MCH 2026
MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Kemenhaj terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Penguatan dilakukan pada seluruh aspek, mulai dari penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan, hingga kesiapan petugas di lapangan.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.
BACA JUGA:
- Penting! Jelang Puncak Haji, Dokter PPIH Ajak Jemaah Sulap Tas Jadi Apotek Mini
- Soroti Pergerakan Jemaah dan Konsumsi, Menhaj Sebut Armuzna Fase Paling Krusial Haji 2026
- Jemaah Haji RI Dapat Paket Makanan Siap Santap Jelang Puncak Armuzna
- Kemenhaj Tegaskan Pengelolaan Dam Jemaah Haji Indonesia Aman dan Transparan
"Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan," ujarnya di Makkah, Kamis (21/5/2026).
Data operasional per 20 Mei 2026 mencatat 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah tiba di Jeddah, sementara 502 kloter dengan 193.593 jemaah sudah berada di Makkah. Selain itu, 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.
Dalam rangka persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi, dan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi.
"Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH," kata Ichsan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




