Baznas Jatim Matangkan Strategi Penggalangan Infak Jamaah Haji 2026

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Baznas Jatim mematangkan strategi penggalangan infak jamaah haji saat pemulangan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penggalangan Infak Jamaah Haji tahun ini pada Selasa (19/5/2026).

Ketua Baznas Jatim, Ali Maschan Moesa, menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan perolehan infak tahun ini.

"Dengan jumlah 116 kloter pada tahun ini, diharapkan perolehan infak dapat meningkat lebih besar," ujarnya.

Ditekankan pula olehnya bahwa penggalangan infak diniatkan sebagai bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

"Saya doakan seluruh jamaah haji agar kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Jatim, Ahsanul Haq, menyebut seluruh petugas dari Baznas, Asrama Haji, dan Kemenhaj bakal mengenakan seragam resmi yang dibagikan pada 26 Mei mendatang. Ia menegaskan, setiap penerimaan infak harus ditandatangani oleh tiga unsur sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

"Setiap penerimaan infak dari jamaah nantinya harus ditandatangani oleh tiga unsur, yakni BAZNAS, Kementerian Haji, dan Asrama Haji," ucapnya.

Sedangkan Kepala Bina dan Pengendalian Haji & Umrah Kanwil Kemenhaj Jatim, Gartaman, menuturkan proses penggalangan infak harus dilakukan singkat dan efektif.

"Karena waktu yang diberikan kepada MC hanya sekitar 5–6 menit, proses penggalangan infak harus dilakukan secara singkat, jelas, dan efektif. Relawan juga diharapkan dapat bergerak cepat agar seluruh proses selesai dalam waktu sekitar 15 menit," paparnya.

Ia menambahkan, Baznas perlu menyiapkan strategi optimal mengingat terdapat 9 rombongan dengan 11 jalur kedatangan jamaah. Koordinasi dengan ketua rombongan juga dilakukan untuk memotivasi jamaah.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Fentin Istifa’iyah, menjelaskan jadwal kedatangan jamaah cukup padat sehingga pergerakan petugas harus diatur dengan baik.

"Sistem pelaksanaan tahun lalu akan kembali diterapkan dengan konsep yang lebih ringkas dan padat," katanya. (ari/mar)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: