Petugas saat melakukan olah TKP kebakaran di gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo.
"Was-was pasti. Makanya saya dipanggil datang dari Jember, semoga ini yang terakhir dan ada perhatian khusus ya," harap Imron.
Cerita menegangkan juga datang dari Maimunah, penunggu pasien lainnya yang berada di area gedung saat kebakaran pecah. Ia mengaku sedang menunggu saudaranya yang menjalani operasi ketika alarm bahaya berbunyi, memicu kepanikan massal hingga membuat orang-orang berhamburan menyelamatkan diri.
Dari pengamatannya, proses evakuasi berlangsung sangat dramatis. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dan petugas rumah sakit bahu-membahu memindahkan pasien-pasien kritis dari gedung jantung.
"Alhamdulillah tidak ke mana-mana. Hanya di lantai atas itu saja katanya yang terdampak," cerita Maimunah.
Ia menggambarkan bagaimana situasi koridor rumah sakit saat itu dipenuhi dengan hilir mudik tempat tidur pasien.
"Iya dari pintu depan itu, ada yang ke pintu IGD, kan tembus ya, lalu ada yang dibawa ke pintu timurnya juga," ungkap Maimunah menggambarkan rute evakuasi menggunakan brankar berjalan.
Tak hanya di dalam gedung, ketegangan juga terlihat jelas di jalur luar rumah sakit. Maimunah menyaksikan langsung armada pemadam kebakaran yang berjejer memenuhi kawasan Jalan Dharmawangsa guna menjinakkan api.
"Montor klonengnya (mobil pemadam) banyak, lebih mungkin 9 ya," pungkasnya. (rus/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




