Foto: MCH 2026
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kemenhaj mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, mengatur ritme ibadah, dan menghemat tenaga menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya pergerakan jamaah menuju Makkah, serta kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pada Rabu (13/5/2026), operasional haji Indonesia memasuki hari ke-23 dengan seluruh layanan berjalan baik.
"Alhamdulillah, layanan haji Indonesia terus berjalan dengan baik. Namun, menjelang puncak haji, disiplin menjaga kesehatan menjadi sangat penting. Jamaah perlu mulai menyimpan energi, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari," ujarnya di Jakarta.
Data terakhir mencatat 379 kloter dengan 146.622 jamaah dan 1.513 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sebanyak 312 kloter dengan 120.507 jamaah sudah tiba di Makkah, sementara 103 kloter gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah membawa 39.388 jamaah.
Selain itu, 7.146 jamaah haji khusus juga telah tiba di Tanah Suci. Maria menegaskan, fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Jamaah diminta mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, makan tepat waktu, minum cukup air, serta segera melapor kepada petugas bila mengalami keluhan kesehatan.
"Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika jamaah merasa lemah, pusing, sesak, demam, atau mengalami keluhan lain, segera sampaikan kepada petugas terdekat," kata Maria.
Khusus bagi jamaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi, koordinasi dengan petugas kesehatan, ketua rombongan, maupun petugas sektor harus terus dijaga. Selain itu, Kemenhaj mengingatkan jamaah gelombang kedua untuk memperhatikan ketentuan ihram sejak embarkasi.
"Jamaah gelombang kedua harus memastikan pakaian ihram sudah digunakan dengan benar sebelum melewati miqat. Niat ihram dilakukan sesuai arahan pembimbing ibadah dan petugas kloter. Pahami kembali larangan-larangan ihram, jaga ketertiban selama perjalanan, dan ikuti seluruh arahan petugas," urai Maria.
Ia menekankan agar jamaah tidak ragu bertanya kepada pembimbing ibadah atau petugas kloter terkait tata cara ihram. Layanan kesehatan haji Indonesia juga terus berjalan optimal melalui pemantauan aktif, edukasi, dan pendampingan di hotel, sektor, KKHI, maupun fasilitas rujukan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik di Tanah Air maupun Arab Saudi. Terima kasih juga kepada seluruh jamaah yang menjaga ketertiban, kedisiplinan, dan mengikuti arahan petugas," pungkasnya. (msn/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




