Ini Kisah dan Doa Mbah Mardijiyono, Jemaah Haji Tertua Indonesia yang Bahagia Bisa Salat di Raudhah

Ini Kisah dan Doa Mbah Mardijiyono, Jemaah Haji Tertua Indonesia yang Bahagia Bisa Salat di Raudhah Mbah Mardijiyono (tengah) terlihat bahagia saat dibesuk oleh Kadaker Madinah,Khalilurrahman

MADINAH,BANGSAONLINE.com - Jemaah haji tertua asal Indonesia, Mbah Mardijiyono tampak sumringah saat menerima kunjungan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, di Hotel Makarem Madinah, Senin (11/5/2026).

Duduk di atas kasur hotel yang sederhana dengan kaos terbalik yang dikenakannya, pria asal Yogyakarta berusia 103 tahun itu menyambut hangat kedatangan petugas haji Indonesia di Madinah.

Pertemuan tersebut bukan yang pertama. Sejak tiba di Madinah, Mbah Mardijiyono memang mendapat perhatian khusus karena menjadi jemaah tertua dalam rombongan haji Indonesia gelombang pertama.

Meski pendengarannya mulai berkurang, Mbah Mardijiyono tetap berusaha merespons pertanyaan yang disampaikan Khalilurrahman menggunakan bahasa Jawa halus atau kromo inggil.

"Sampun dahar mbah? (sudah makan mbah?)," tanya Khalilurrahman sambil memeluk hangat Mbah Mardijiyono.

"Wau isuk, pun (sudah tadi pagi)," jawabnya.

"Dhahar nopo mbah? (tadi sarapan lauk apa?)," timpal Khalilurrahman.

"Bubur, he he he," jawabnya sambil tertawa kecil.

Suasana pertemuan di kamar hotel yang tidak terlalu luas itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. 

Komunikasi dengan Mbah Mardijiyono turut dibantu dr Dini Desi yang sejak awal mendampingi dirinya selama perjalanan ibadah haji.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO