Ini Kisah dan Doa Mbah Mardijiyono, Jemaah Haji Tertua Indonesia yang Bahagia Bisa Salat di Raudhah

"Sampun dahar mbah? (sudah makan mbah?)," tanya Khalilurrahman sambil memeluk hangat Mbah Mardijiyono.

"Wau isuk, pun (sudah tadi pagi)," jawabnya.

"Dhahar nopo mbah? (tadi sarapan lauk apa?)," timpal Khalilurrahman.

"Bubur, he he he," jawabnya sambil tertawa kecil.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: