Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama perwakilan petani penerima bantuan. (Ist).
"Insyaalloh alat tanam akan kita berikan minggu depan untuk Combine Harvester akhir tahun atau awal tahun depan itu paling cepat," terang Dhito.
Selain usulan bantuan alat pertanian, Dhito juga menerima keluhan dari petani tebu terkait serangan hama uret yang dinilai mulai mengganggu produktivitas lahan.
Petani tebu juga meminta dukungan infrastruktur pertanian untuk membantu pengairan lahan pertanian mereka.
Menanggapi hal itu, Dhito berencana memberikan bantuan sumur submersible guna mendukung kebutuhan pengairan di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.
Pada 2026, pembangunan sumur submersible direncanakan berada di dua titik, yakni Desa Badal Pandean dan Desa Ngadiluwih.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan membangun jaringan irigasi tersier di Desa Bangle.
"Untuk menangani hama uret kami minta (Dinas Pertanian dan Perkebunan) turunkan tim untuk dibersihkan, dikasih obat karena kalau tidak segera diselesaikan bisa berbahaya," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dhito juga mengingatkan para petani agar menjaga dan merawat bantuan alat pertanian yang telah diberikan pemerintah daerah.
"Bantuan yang telah disalurkan diharapkan membantu petani dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kediri,"pungkasnya (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




