Bupati Kediri Salurkan Bantuan Benih Jagung dan Traktor untuk Petani Ngadiluwih

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Bupati Hanindhito Himawan Pramana kembali menyalurkan bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian berupa traktor roda empat untuk petani di Kecamatan Ngadiluwih.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, Kamis (7/6/2026).

Pada 2026 ini, total bantuan benih jagung yang disalurkan mencapai 3,39 ton untuk 15 kelompok tani di wilayah tersebut.

Selain benih jagung, bantuan satu unit traktor roda empat juga diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Purwokerto.

Sebelumnya, pada 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah menyerahkan dua unit traktor roda empat kepada kelompok tani di Desa Tales dan Gapoktan di Desa Bangle.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan itu, Dhito turut berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap berbagai aspirasi dan kebutuhan di lapangan.

Dari hasil dialog tersebut, sejumlah kelompok tani mengusulkan tambahan bantuan alat mesin pertanian, termasuk combine harvester dan alat tanam benih padi.

"Tadi ada beberapa permintaan tambahan seperti Combine Harvester untuk panen (padi) sama alat tanam (benih padi)," kata Dhito.

Menurut petani, bantuan combine harvester dibutuhkan untuk mempercepat proses panen padi agar lebih efisien.

Sementara itu, alat tanam benih padi dinilai penting karena petani saat ini mulai kesulitan mendapatkan tenaga kerja untuk proses tanam manual.

"Insyaalloh alat tanam akan kita berikan minggu depan untuk Combine Harvester akhir tahun atau awal tahun depan itu paling cepat," terang Dhito.

Selain usulan bantuan alat pertanian, Dhito juga menerima keluhan dari petani tebu terkait serangan hama uret yang dinilai mulai mengganggu produktivitas lahan.

Petani tebu juga meminta dukungan infrastruktur pertanian untuk membantu pengairan lahan pertanian mereka.

Menanggapi hal itu, Dhito berencana memberikan bantuan sumur submersible guna mendukung kebutuhan pengairan di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.

Pada 2026, pembangunan sumur submersible direncanakan berada di dua titik, yakni Desa Badal Pandean dan Desa Ngadiluwih.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan membangun jaringan irigasi tersier di Desa Bangle.

"Untuk menangani hama uret kami minta (Dinas Pertanian dan Perkebunan) turunkan tim untuk dibersihkan, dikasih obat karena kalau tidak segera diselesaikan bisa berbahaya," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dhito juga mengingatkan para petani agar menjaga dan merawat bantuan alat pertanian yang telah diberikan pemerintah daerah.

"Bantuan yang telah disalurkan diharapkan membantu petani dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kediri,"pungkasnya (uji/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: