Pelaku saat diamankan anggota Polsek Taman
Di hadapan penyidik, Yusup mengaku telah mengenal makam itu sejak kecil. Ia menyebut lokasi tersebut selama ini diyakini sebagai makam tokoh sesepuh ulama yang dihormati masyarakat sekitar.
“Saya tahu makam itu sejak kecil. Warga di sini juga menghormati karena diyakini sebagai makam sesepuh,” kata Yusup.
Ia menambahkan, makam tersebut tidak hanya dikenal sebagai tempat ziarah, tetapi juga pernah dirawat bersama oleh warga. Bahkan, masyarakat sempat melakukan iuran untuk memperbaiki area makam, termasuk membangun pagar pelindung.
“Kami dulu patungan bersama warga untuk membeli pagar dan memperbaiki area makam sebagai bentuk penghormatan,” ungkapnya.
Menurut Yusup, keberadaan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat.
Diketahui, kasus dugaan perusakan makam ini viral di media sosial pada Sabtu (18/4/2026). Sejumlah warga kemudian melaporkan dugaan perusakan yang diduga dilakukan oleh SA (45) ke Polsek Taman pada Jumat siang (1/5/2026).
Tak lama setelah laporan diterima, polisi langsung bergerak dan mengamankan terduga pelaku pada hari yang sama untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




