dr. Enny nuryanti saat memberikan keterangan pers
MADINAH,BANGSAONLINE.com - Suhu udara di Madinah dilaporkan saat ini mencapai 40 derajat Celsius. Hal ini memicu imbauan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke bagi jemaah haji.
Setelah berada di kisaran 36 derajat Celsius pada akhir April, suhu udara pada awal Mei melonjak hingga menyentuh angka 40 derajat Celsius.
BACA JUGA:
- Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, Kemenhaj:48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air
- Program Tanazul Bantu Jemaah Haji Sakit Pulang Lebih Awal ke Tanah Air, 142 Orang Telah Dipulangkan
- Bus Shalawat Tetap Beroperasi 24 Jam hingga 21 Juni Meski Jemaah Haji Sudah Banyak yang Pulang
- Jemaah Diminta Jangan Tergiur Paket Haji Murah! Kemenag Tegaskan Hal ini
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti, mengingatkan jemaah agar mewaspadai heat stroke, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat akibat paparan panas berlebih karena aktivitas di luar ruangan.
"Dinyatakan heat stroke ketika suhu tubuh seseorang itu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih," ujar Enny saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Ahad (3/5/2026).
Ia menjelaskan, selain suhu tubuh tinggi, gejala heat stroke juga dapat ditandai dengan pusing, mual, muntah, hingga kejang. jemaah yang mengalami gejala tersebut diminta segera mencari tempat teduh atau menyemprotkan air ke wajah guna menurunkan suhu tubuh.
Enny juga membagikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan jemaah. Salah satunya adalah mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air sekitar 200 mililiter setiap jam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




