Foto: Forumula1
BANGSAONLINE.com - Formula 1 menetapkan perubahan aturan mesin untuk musim 2026 setelah menuai banyak kritik dari para pembalap.
Regulasi baru ini sebelumnya dinilai mengurangi kemampuan mengemudi karena porsi tenaga hampir seimbang antara mesin bakar dan listrik, sehingga pengelolaan energi menjadi dominan di lintasan.
Juara dunia 4 kali, Max Verstappen, bahkan menyinggung masa depannya di F1 akibat ketidakpuasan terhadap karakter mobil baru. Keluhan tersebut mendorong pembahasan intensif antara tim, pembalap, dan Federasi Otomotif Internasional (FIA).
Perubahan aturan disahkan dalam rapat Komisi F1 yang melibatkan kepala tim, F1, dan FIA pada Senin (20/4/2026), meski masih menunggu pengesahan akhir dari Dewan Dunia FIA. Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menyebut revisi dilakukan hati-hati dengan tujuan bersama.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama. Yaitu meningkatkan produk, menghadirkan balapan yang murni kompetitif, dan melihat apa yang bisa ditingkatkan dari sisi keselamatan,” ujarnya.
Dalam sesi kualifikasi, FIA mengurangi batas energi isi ulang per lap dari 8 MJ menjadi 7 MJ agar pembalap bisa melaju lebih lama dengan tenaga penuh. Daya pemulihan saat throttle penuh tanpa bantuan baterai juga dinaikkan dari 250 kW menjadi 350 kW.
Untuk balapan, mode boost dibatasi hingga 150 kW, sementara daya listrik 350 kW hanya bisa digunakan di area akselerasi tertentu. Dalam kondisi basah, suhu tyre blanket dinaikkan agar cengkeraman awal lebih baik. FIA juga menyiapkan uji prosedur start baru pada Grand Prix Miami, Minggu (3/5/2026). (rom)





