Dua Malam Wakil Dubes Mesir di Amanatul Ummah, Perkuat Kerjasama, Terkesan Keindahan Alam Mojokerto

Dua Malam Wakil Dubes Mesir di Amanatul Ummah, Perkuat Kerjasama, Terkesan Keindahan Alam Mojokerto Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi (pegang mik) saat menjadi pembicara di Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Tampak Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dan Dr Faraq Salim. Foto: bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali kedatangan tamu istimewa. Kali ini Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi. Kedatangan Amr Ahmad Mukhtar mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Amanatul Ummah. Bahkan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah secara khusus menjemput ke Bandara Internasional Juanda. Yang juga menarik, Amr Ahmad Mukhtar sempat dua hari dua malam menginap di Amanatul Ummah. Ia datang Jumat (17/4/) dan baru Ahad (19/4/2026) meninggalkan Amanatul Ummah. Apa saja kegiatannya? Inilah laporan M. Mas’ud Adnan, wartawan HARIAN BANGSA. 

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA popular sebagai ulama pesantren yang senang menerima tamu sekaligus memuliakannya. Tak aneh, jika banyak ulama besar dunia, cendekiawan muslim terkemuka, pejabat tinggi negara, dan para syaikh dari negara-negara Timur Tengah datang ke Amanatul Ummah.

Catatan HARIAN BANGSA, para ulama Mesir yang pernah datang ke Amanatul Ummah, antara lain: Syaikh Abdul Aziz Syahawi, Syaikh Dr Yusri Rusydi Jabr Al Hasani, Prof Dr Muhammad Muhanna, Prof Dr Fathi Abdurrahman Hijazi, Prof Dr Ahmad Mamduh, Syaikh Muhammad Ahmad Khotib, Syaikh Hisyam Kamil Syaikh, Syaikh Shalahuddin al-Syami, Syaikh Muhammad Husein Barqawi, dan lainnya.

Selain dari Mesir, Amanatul Ummah juga banyak dikunjungi tokoh dan ulama dari Tunisia, yakni Rektor Universitas Zaituna Tunisia, Prof. Dr. Abdel Lathif al-Bouazizie. Juga dari Maroko, yaitu cendekiawain muslim terkemuka Maroko, Prof. Samir Bou Dinar, dan juga dari Sudan, antara lain, Dr Syarif Dhou dan yang lain.

Amanatul Ummah kini menjadi poros baru Indonesia. Bahkan Presiden Republik Indonesa Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto juga beberapa kali berkunjung ke Amanatul Ummah.

Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi foto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Prof Dr KH Asep Saifudddin Chalim di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Ahad (19/4/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline

Semua ulama dan tokoh dunia itu datang ke Amanatul Ummah bahas masalah keilmuan dan kerjasama pendidikan. Begitu juga Amr Ahmad Mukhtar.

“Kerjasama yang baik antara Universitas Al Azhar dengan Amanatul Ummah selama ini harus kita lanjutkan,” ujar Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi ketika berbicara di depan civitas akedemika Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto.

Acara di kampus UAC itu selain dihadiri Kiai Asep juga dihadiri Rektor UAC Dr KH Mauhibur Rokhman, LC, MIRKH (Gus Mauhib), Direktur Pascasarjana UAC Dr Afif Zamroni dan para guru besar. Antara lain Prof Usep Abdul Matin, PhD, Prof Dr Zainuddin Maliki dan guru besar lainnya.

Santri Amanatul Ummah yang kuliah di Universitas Al Azhar memang makin banyak. Dan mereka beasiswa. “Kunjungan Wakil Dubes Mesir ini juga memperkuat kerjasama itu,”ujar Kiai Asep kepada HARIAN BANGSA sembari merinci jumlah santri yang akan berangkat ke Universitas Al Azhar.

Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri Nahdlatul Ulama dan pejuang kemerdekaan RI. KH Abdul Chalim ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI pada 10 November 2023.

Kiai Asep sendiri pernah mendapat penghargaan Mahaputra Nararya dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Agustus 2025. Penghargaan ini dianugrahkan kepada Kiai Asep atas jasanya dalam mencerdaskan putra terbaik bangsa melalui institusi pendidikan pesantren.

Pada 2025 Kiai Asep mendapat penghargaan dari Bank Indonesia (BI) sebagai tokoh Penggerak Ekonomi Keuangan Syariah untuk Negeri. Pada tahun 2022 Kiai Asep mendapat penghargaan sebagai Pemimpin Visioner dan Inovatif dari HARIAN BANGSA.

Kiai Asep juga meminta Wakil Duta Besar Mesir itu ceramah di depan ribuan santri Amanatul Ummah di Masjid Raya KH Abdul Chalim. Kiai Asep memiliki sekitar 14 ribu santri putra dan putri.

Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi foto bersama dengan para civitas akademika Universitas KH Abdul Chalim. Foto: bangsaonline.

Kiai Asep juga membawa Wakil Duta Besar Mesir itu keliling Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

“Naik ke atas MBI,” ujar Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan. MBI adalah Madrasah Bertaraf Internasional yang terletak di sebuah ketinggian penunungan di Amanatul Ummah.

Acara Wakil Dubes Mesir di Amanatul Ummah memang padat dan banyak. Meski demikian, Kiai Asep tidak hanya mengajak Amr Ahmad Mukhtar ke acara-acara formal dan serius. Saat agak senggang Kiai Asep mengajak Amr  menikmati keindahan pemandangan Mojokerto. Kiai Asep membawa Amr Ahmad Mukhtar ke tempat wisata yang sangat eksotis. Yaitu ke Aone Trawas. Sebuah destinasi wisata di pegunungan yang dekat dengan awan.

Tentu ini sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Mojokerto.

“Pemandangan luar biasa. Ini tak bisa dilukiskan. Hanya bisa dirasakan ketika kita mengalami sendiri,” ujar Amr Ahmad Mukhtar.

Selama di Amanatul Ummah, Amr Ahmad Mukhtar didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk, Rois Bi’tsah, dan Syaikh Faraq Salim, dua syaikh dari Mesir yang bertugas di Amanatul Ummah.

Kiai Asep kemudian mengajak Amr Ahmad Mukhtar bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kiai Asep mempertemukan Wakil Dubes Amr dengan Gubernur Khofifah di acara akad nikah Annisah, putri Dr Iwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemrov Jawa Timur. Kiai Asep memang diminta membaca khutbah nikah dalam acara yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya itu.

Gubernur Khofifah tampak senang sekali. “Alhamdulillah pagi ini kami dapat berdiskusi dengan Wakil Duta Besar Mesir Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi,” ujar Gubernur Khofifah sembari mengatakan bahwa ia berdiskusi tentang kerjasama pendidikan dan perdagangan.

Amr Ahmad Mukhlas sangat berterima kasih kepada Kiai Asep dan keluarga besar Amanatul Ummah. Ia juga mengaku senang telah bertemu Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara).

Ia menilai sambutan Kiai Asep sangat hangat sejak turun dari pesawat hingga dua hari berada di Amanatul Ummah, baik di Surabaya maupun Mojokerto. Ia beterimakasih kepada Kiai Asep beserta keuarga besar Kiai Asep, kepada Gus Muhib, Gus Bara dan semua dzuriyah.

Syaikh Mabruk juga mengaku sangat gembira atas pertemuan Amr dan Gubernur Khofifah. “Ini pertemuan antara dua bangsa bersaudara, karena kita bertemu dalam pemikiran yang sama. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia yang juga bermadzhab sufi moderat berdasarkan madzhab Imam Al Junaid, mazhab fiqih yang sama antara dua negara serta aqidah Asy’ari,” ujar Syaikh Mabruk yang akrab dengan orang-orang dekat Kiai Asep.

Menurut dia, semua masyarakat senang dengan kesepatakan intelektual selama berabad-abad. “Karena ada serambi Jawa di Masjid Al Azhar Mesir sejak beberapa abad yang lalu,” ujarnya.