Terbitkan Buku Putih tentang Muktamar Hitam, 22 PWNU Silaturahim dengan KH Tolhah Hasan

Terbitkan Buku Putih tentang Muktamar Hitam, 22 PWNU Silaturahim dengan KH Tolhah Hasan Gus Solah saat menunjukkan buku berjudul Buku Putih tentang Muktamar Hitam. foto: BANGSAONLINE

Pemilihan Rais Am dilakukan dengan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Tapi para anggota AHWA tidak dipilih oleh peserta Muktamar sehingga tidak benar, melainkan ditentukan oleh panitia dan tak mewakili aspirasi peserta Muktamar NU.

Kedua, prosesnya tidak benar dan produknya juga tidak benar. Inilah yang terjadi dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Jadi, menurut dia, proses pemilihan ketua umum PBNU tidak benar. Begitu juga Said Aqil bermasalah karena pemikiran dan sepak terjangnya tak sesuai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Artinya, proses dan produknya tidak benar. Karena itu Kiai Afifuddin tidak mau mengakui produk Muktamar NU ke-33, terutama kepemimpinan Said Agil. "Pesantren Sukorejo melakukan mufaroqoh," kata Kiai Afifuddin yang merupakan salah satu pengasuh pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo.

Menurut dia, sikap mufaroqoh itu diambil sebagai bentuk protes untuk memperbaiki NU dari luar.

Yang menarik dalam acara silaturahim para kiai dan PWNU itu, Gus Solah menyerahkan buku berjudul Buku Putih tentang Muktamar Hitam. Buku itu merupakan rekaman peristiwa pelanggaran dan penistaan terhadap para kiai peserta Muktamar NU ke-33.

"Buku ini berisi apa yang kami lihat, kami dengar dan kami alami," kata Dr Tarmidzi Tohor, Ketua PWNU Kepulauan Riau yang juga ketua Forum Lintas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (FLPWNU). (ma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO