Pengrajin Tahu di Blitar Mulai Khawatir Pasokan Kedelai Impor Tersendat

Pengrajin Tahu di Blitar Mulai Khawatir Pasokan Kedelai Impor Tersendat Aktivitas pembuatan tahu di salah satu rumah pengrajin tahu Kelurahan Pakunden

BLITAR,BANGSAONLINE.com - Pengrajin tahu di Kota Blitar mulai khawatir terhadap ancaman tersendatnya pasokan kedelai impor di tengah kenaikan harga bahan baku.

Di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, seorang pengrajin tahu, Wahyu mengaku tidak hanya terbebani kenaikan harga kedelai, tetapi juga ketidakpastian ketersediaan pasokan ke depan.

Selama ini, para pengrajin tahu di Blitar masih mengandalkan kedelai impor, terutama dari Amerika. Kondisi tersebut membuat usaha mereka sangat rentan terhadap gejolak global.

“Kalau harga memang sudah naik, sekarang sekitar Rp 10.500 per kilogram. Sebenarnya kalau stoknya aman, produksi masih bisa jalan. Tapi yang jadi kekhawatiran itu kalau pasokan tersendat, kita tidak bisa memastikan ke depan,” ujar Wahyu.

Di tengah kondisi tersebut, para pengrajin harus memutar strategi agar tetap bertahan. Wahyu memilih untuk tidak mengurangi kualitas maupun ukuran produknya, meski margin keuntungan semakin menipis.

Dalam sehari, ia mengolah sekitar 16 kilogram kedelai yang menghasilkan kurang lebih 176 potong tahu. Harga jual pun masih dipertahankan demi menjaga pelanggan.

“Sehari produksi tetap segitu, untungnya memang jadi tipis. Tapi ukuran tidak kami kurangi. Harga juga masih Rp 5.000 untuk tiga biji,” tambahnya.

Situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana pelaku usaha kecil harus berjuang menjaga stabilitas produksi di tengah tekanan eksternal.(tri/van)