Lia Istifhama, Anggota DPD RI.
Lia menekankan pentingnya integrasi antara sektor pertanian dan energi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.
“Kalau ini berjalan, petani tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi energi nasional,” ungkap Lia.
Integrasi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tingkat daerah.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan bioetanol masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait biaya produksi yang relatif tinggi dibandingkan energi fosil.
Hal ini menjadi tantangan utama yang harus diatasi agar bioetanol dapat bersaing di pasar energi nasional.
Lia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan dukungan melalui kebijakan strategis.
“Ini tantangan yang harus dijawab bersama. Negara harus hadir untuk memastikan energi hijau ini bisa kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Lia.
Pengembangan bioetanol sejalan dengan kebijakan nasional yang berfokus pada pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik.
Langkah ini tidak hanya menjadi respons terhadap dinamika global, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi impor energi dan memperkuat kemandirian nasional.
Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia berpeluang menjadi negara yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga unggul dalam pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, Lia Istifhama menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan bioetanol sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, terutama petani sebagai ujung tombak produksi.
“Kalau ini berjalan, petani tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi energi nasional,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




