Ngamuk, ODGJ di Tulungagung Bacok Adik Kandungnya

Ngamuk, ODGJ di Tulungagung Bacok Adik Kandungnya Anggota Polsek Kedungwaru saat mengamankan ODGJ, yang merupakan pelaku pembacokan. Foto: Ist.

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Tulungagung membacok adik kandungnya gara-gara berselisih paham. Akibat dari pembacokan tersebut, korban mengalami luka pada bagian punggung.

Diketahui, pelaku pembacokan yang juga kakak dari korban berinisial FCH (37), sedangkan korban yang merupakan adik kandungnya yakini MAY (27).

"Pelaku dan korban ini adalah saudara kandung, tapi mereka tinggal terpisah. Korban ini sering ke rumah kakaknya yang ODGJ itu," kata Iptu Nanang, Rabu (1/4/2026).

Nanang menceritakan, kejadian itu bermula korban datang ke rumah kakaknya untuk membersihkan halaman rumah. Namun, saat aktivitas bersih-bersih itu, pelaku tidak terima dan terjadi pertengkaran.

"Kemudian pagi tadi MAY kembali ke rumah kakaknya, ternyata sambutan FCH masih belum terkendali, sehingga kembali terjadi cekcok," ujarnya.

Kemudian, pelaku berlari ke kandang ayam tetangganya dan mengambil sebilah sabit. Pelaku kembali menghampiri adiknya dan langsung menyabetkan sabit tersebut ke tubuh korban.

"Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya mengalami tiga luka bacok di bagian punggung, lebar panjang sekitar 3 sentimeter," imbuhnya.

Mengetahui kejadian tersebut sejumlah tetangga pelaku langsung berusaha melerai dan mengamankan pelaku. Sementara itu korban dilarikan ke RSUD dr Iskak untuk mendapatkan penanganan medis.

"Untuk pelaku dirujuk ke RSJ Lawang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Nanang.

Sementara itu Kabid P2P, Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Aris Setiawan, mengatakan pelaku FCH memiliki riwayat gangguan jiwa. Yang bersangkutan berulang kali menjalani perawatan di RSJ Lawang.

"Di RSJ pada tahun 2024 dan 2025. Sudah sekitar tiga kali dirujuk ke sana. Biasanya setelah kondisinya stabil, ia dipulangkan dan lanjut rawat jalan dengan obat dari Puskesmas," kata dr Aris.

Menurutnya selama menjalani rawat jalan di Tulungagung, korban lah yang sering mengambil obat untuk kakaknya dari puskesmas. "Sementara kami rujuk ke Malang hingga kondisinya stabil," tambahnya. (rif)