Lia Istifhama
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi terbarukan.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI Lia Istifhama.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
Ia menilai langkah ini sebagai transformasi konkret dari persoalan sampah menjadi peluang besar bagi masa depan lingkungan dan energi nasional.
Program PSEL di Jawa Timur mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari untuk operasional optimal.
Di kawasan Surabaya Raya, pasokan sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.100 ton per hari dengan lokasi rencana di Sumberejo, Pakal, Surabaya.
Sementara di Malang Raya, volume sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari dengan lokasi rencana di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Dengan volume tersebut, proyek ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi alternatif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




