Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (lima dari kiri) bersama tim SPPG saat meresmikan SPPG Sukoharjo 2. (Ist)
Berdasarkan data BGN, sepanjang Januari hingga Maret 2026, terdapat hampir 2.500 SPG yang sempat di-suspend (pemberhentian sementara) secara nasional karena tidak memenuhi petunjuk teknis (juknis). Namun, per 25 Maret 2026, angka tersebut telah menyusut menjadi 752 unit setelah dilakukan perbaikan.
“Instruksi Presiden sangat tegas, jika ada SPG yang tidak sesuai juknis, maka dikenakan sanksi suspend. Mereka baru boleh buka kembali jika IPAL, tata kelola limbah, dan standar operasional lainnya sudah terpenuhi,” tegas Harjito.
Untuk wilayah Kota Malang, Harjito menilai kualitas pelayanan secara umum sangat baik. Hampir tidak ada yang di-suspend di Malang, kecuali satu kasus yang sempat viral karena masalah menu, namun Harjito menegaskan telah dilakukan pembinaan.
Masyarakat juga diimbau aktif melapor melalui Call Center 127 jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
Perwakilan Yayasan Synergy An Nahl, Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa kehadiran SPPG ini bukan sekadar soal distribusi makanan, melainkan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Hampir 95 - 100 persen pekerja di sini adalah warga Kelurahan Sukoharjo. Kami membuka kuota maksimal 48 relawan yang akan terus dievaluasi kinerjanya sesuai SOP,” jelas Ahmad.
Kapasitas Maksimal menyasar 3.000 penerima manfaat sesuai regulasi BGN. Untuk tahap awal, telah dilakukan uji coba kepada 200 orang. Distribusi massal, rencana mulai berjalan bertahap pada 30 atau 31 Maret 2026. (dad/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




