Petugas dari Satgas MBG Kota Kediri saat mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan siswa. (Ist).
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Satgas MBG Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di wilayah Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, pada Rabu (22/4/2026).
Kejadian ini dilaporkan terjadi pada siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, dengan total 53 siswa. Mereka mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan demam.
BACA JUGA:
- Munas-Konbes NU 2026 Dibuka Malam ini di Kediri, Gus Ipul: Insyallah Presiden Hadir di Penutupan
- Sidak Timpora di Ponpes Wali Barokah Kediri, Seluruh Dokumen Santri Asing Dinyatakan Lengkap
- Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Kediri Dijaga 400 Personel Banom
- Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ferry Djatmiko menyampaikan bahwa laporan dari sekolah langsung direspons oleh Dinas Kesehatan melalui pengambilan sampel makanan.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” kata Ferry, Jumat (24/4/2026).
“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut hasil investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur.
“Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




