Ilustrasi fluktuasi. Seorang pedagang saat telur melayani pembeli. (Ist)
“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idhul Fitri. Biasanya akan terjadi kenaikan permintaan pada momen ini,” jelasnya.
Emil juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga mengingat konflik geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia.
Menurutnya, situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan. Di samping itu, pada momentum Idhulfitri, harga tarif transportasi umum juga memungkinkan mengalami penyesuaian harga sebagai efek dari ada atau tidaknya intervensi pemerintah melalui kebijakan tarif angkutan umum.
Di kesempatan lain, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bambang Tri Lasmono menjelaskan, salah satu penyebab tingginya harga cabai rawit disebabkan karena faktor cuaca.
Untuk itu, dalam pengendalian inflasi di bulan Ramadan dan Idulfitri, TPID Kota Kediri mengambil beberapa langkah strategis melalui High Level Meeting (HLM) yang di pimpin oleh Wali Kota Vinanda Prameswati untuk dapat mengidentifikasi dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi, salah satunya pengendalian cabai rawit, juga menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin di pasar.
“Hal ini diharapkan sebagai upaya intervensi agar dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri terkendali,” katanya.
Ia turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, serta tidak panic buying khususnya menjelang Idulfitri. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




