Petugas Klinik Rulia Medika, Aprilla Santi Nur Khasanah.
Melalui fitur antrean online, peserta dapat memantau nomor antrean secara real time serta mengetahui estimasi waktu pelayanan di fasilitas kesehatan. Jika berhalangan hadir, peserta juga dapat membatalkan antrean melalui aplikasi tersebut sehingga kuota layanan dapat dimanfaatkan oleh peserta lain.
Aprilla juga mengajak masyarakat, khususnya peserta JKN FKTP agar membiasakan diri menggunakan antrean online sebagai bagian dari kemudahan digital yang telah disediakan. Dengan pemanfaatan teknologi yang semakin optimal, BPJS Kesehatan bersama mitra fasilitas kesehatan berkomitmen memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta.
Kemudahan tersebut juga dirasakan langsung oleh Suprapti, peserta JKN yang rutin berobat di Klinik Rulia Medika. Ia mengaku sejak menggunakan layanan antrean online, dirinya merasakan perbedaan dibandingkan saat masih menggunakan antrean manual dengan datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Jauh ada perbedaan ketika memakai antrean manual dan antrean online. Kalau manual, harus datang pagi supaya bisa mendapat urutan awal. Nah, kalau pakai antrean online, kedatangan kita bisa disesuaikan dengan jadwalnya,” kata Suprapti.
Menurut Suprapti, hadirnya antrean online membuat proses berobat terasa lebih terencana dan efisien. Dia juga mengajak peserta JKN untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut.
Dengan segala kemudahan yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan, Suprapti berpesan kepada masyarakat agar tidak lupa mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi peserta JKN.
“Cukup dengan rutin membayar iuran setiap bulan, hati kita akan menjadi tenang. Jika sampai sakit, kita tidak lagi pusing memikirkan biaya pemeriksaan. Jadi, jangan lupa pastikan status kepesertaan JKN selalu aktif dan manfaatkan kemudahan layanan yang telah diberikan oleh BPJS Kesehatan,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




