Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Wisata Edukasi Jadi Motor Ekonomi Desa

Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Wisata Edukasi Jadi Motor Ekonomi Desa Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan saat podcast bersama BANGSAONLINE dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.

Disampaikan pula, pembangunan fisik tidak hanya pada objek wisata, tetapi juga pada 'pembuluh darah' berupa jalan yang menghubungkan destinasi.

Sedangkan Akhmad Mujangki menekankan kontribusi wisata edukasi terhadap PAD atau pendapatan asli daerah. Ia juga menambahkan pentingnya digitalisasi, seperti jaringan internet dan sistem pembayaran QRIS, agar pencatatan PAD lebih transparan.

“Kita tidak hanya bicara tiket masuk. PAD bisa dari retribusi parkir, pajak restoran, hingga pembagian hasil BUMDes. Jika 100 desa wisata edukasi berjalan mandiri, serapan tenaga kerja akan mengurangi beban subsidi sosial daerah. Itu kontribusi nyata bagi ekonomi Pasuruan,” katanya. 

Diskusi ditutup dengan penegasan bahwa pembangunan wisata edukasi harus berbasis eco-tourism. Dewan menekankan sinergi dengan program kepala daerah sebagai kunci menjadikan Kabupaten Pasuruan pusat wisata edukasi di Jawa Timur.

“Setiap izin fisik bangunan wisata wajib menyertakan ruang terbuka hijau. Kita ingin membangun tanpa menggusur alam,” kata Mas Dion, sapaan akrab Sudiono Fauzan. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO