Menko Pangan Zulkifli Hasan (empat dari kanan), bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan), dan pihak terkait saat Rakor Penylenggara MBG di Jatim. (Ist)
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim yang juga Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya penguatan kualitas dalam pelaksanaan program.
Menurut Emil, SLHS menjadi salah satu instrumen utama untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
“Di sini makanya SLHS salah satu ikhtiar kita untuk menjaga kualitas agar anak-anak didik penerima manfaat bisa mendapatkan makanan yang baik,” ujar Emil.
Ia menambahkan, metode dan teknik pengawasan kualitas terus dimantapkan seiring evaluasi dari berbagai kasus sebelumnya, sehingga pelaksanaan program semakin terstandar dan akuntabel.
Pemprov Jatim menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat realisasi program hingga mencapai 100 persen penerima manfaat. Dalam dua bulan pertama 2026, progres implementasi MBG di Jatim telah mencapai hampir 90 persen, menjadikannya salah satu provinsi dengan pelaksanaan tercepat secara nasional.
Rakor tersebut turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Kepala BGN Dadan Hindayana, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (dev/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




