Menko Polkam Djamari Chaniago: Siapa Santri Amanatul Ummah yang Ingin Jadi Presiden

Menko Polkam Djamari Chaniago: Siapa Santri Amanatul Ummah yang Ingin Jadi Presiden Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago saat berada di tengah-tengah para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan

“Amanatul Ummah is the best institution, the best school,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Dalam acara itu Kiai Asep didampingi Bupati Mojokerto Dr H Muhammad Al Barra (Gus Bara) dan Dr H Afif Zamroni, Staf Khusus Menteri Desa dan PDT serta KH Akhmad Jazuli, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Djamari Chaniago dan para deputinya hadir secara lengkap dalam acara Rakernas JKSN dan Pergunu Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. 

Usai menyampaikan pidato di JKSN dan Pergunu, Djamari Chaniago bersama Kiai Asep dan rombongan menuju Mojokerto. Ia bersama Kiai Asep menggelar pertemun dengan Forkopimda Kabupaten Mojokerto dan tokoh masyarakat Mojokerto di Gedung Serba Guna - sering disebut Istana - di Pacet Mojokerto.

Dalam pertemuan dengan Forkopimda itu jenderal TNI bintang empat itu menyampaikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Mojokerto. Ia menyebutkan bahwa Mojokerto adalah kabupaten pertama yang mengundangnya secara resmi sejak menjabat.

"Rasanya belum ada kabupaten yang mengajak saya untuk hadir ke kabupatennya, baru Kabupaten Mojokerto. Itu yang saya ingin cari dan temukan, yang akan saya laporkan kepada Presiden," ungkap menteri berusia 77 tahun itu. 

Selain memuji kondusivitas wilayah, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media digital. Belajar dari insiden pembakaran di masa lalu, ia meminta masyarakat menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar.

"Demo tidak dilarang, tapi jangan sambil membakar, pakai bom molotov, atau menyerang petugas. Itu dilarang sama sekali. Jika ada keluhan, datanglah ke Bupati, Dewan, Kapolres, Danramil, atau Babinsa. Jangan langsung percaya berita bohong yang menyatakan bupati korupsi tanpa bukti," terangnya.

Djamari Chaniago juga mengingatkan warga Mojokerto tentang penambangan liar atau tambang galian C illegal yang merusak kelestarian lingkungan. Menurut dia, penggalian tambagn ilegal bisa mendatangkan bencana.

“Saya lihat Mojokerto itu berbukit-bukit,” kata Jenderal Djamari Chaniago.

“Jangan menyakiti alam, agar alam tidak menyakiti kita. Tak ada yang bisa kita lakukan jika alam marah kepada kita,” tegas Djamari sembari mencontohkan bencana di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jawa Tnegah.

"Bencana alam bisa menimpa kapan saja. Jangan menyakiti alam agar alam tidak menyakiti kita," pesannya lagi.

Ia mendorong warga untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas yang merusak lingkungan. "Kalau kita menyayangi alam, alam akan menyayangi kita. Sumber mata air akan tetap ada dan tanah akan terhindar dari longsor," ujar .

Sementara Kiai Asep Syaifudin Chalim yang memimpin doa mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir, mulai kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, LSM hingga tokoh masyarakat, mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Menurut dia, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila situasi tetap kondusif dan seluruh elemen bangsa bersatu.

“Kalau ada persoalan moral atau pertanyaan, silakan datang kepada saya. Saya sudah bersilaturahmi dengan Pak Prabowo, beliau tidak memiliki keinginan lain selain melindungi bangsa dan negara Indonesia serta mewujudkan perdamaian dunia,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Sebelumnya, Bupati Mojokerto Gus Bara mengucapkan terima kasih kepada Djamari Chaniago atas kunjungannya ke Mojokerkto.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak . Kehadiran ini menjadi wujud perhatian dan komitmen pemerintah pusat dalam memastikan stabilitas politik dan keamanan daerah tetap terjaga,” kata putra sulung Kiai Asep itu.

Menurut Gus Bara,kondisi kamtibmas di Kabupaten Mojokerto selama ini relatif kondusif dan terkendali. Bahkan saat terjadi gelombang aksi unjuk rasa besar di sejumlah daerah pada Agustus lalu, Mojokerto tetap aman tanpa adanya aksi demonstrasi.

“Forkopimda solid dan kompak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga aktivitas warga tetap berjalan normal,” ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO