Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. (Ist)
Kedua, memastikan kelancaran distribusi dan melakukan pengawasan. Agar tidak terjadi penimbunan maupun hambatan yang dapat menyebabkan kelangkaan. Apabila diperlukan akan dilaksanakan Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Dimana program akan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
Ketiga, perlu dilakukan pemantauan harga secara intensif. Agar ketika terjadi kenaikan dapat melakukan intervensi yang tepat.
"Apalagi di momen Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri ini banyak permintaan dari masyarakat. Semoga melalui kegiatan hari ini kita dapat merumuskan langkah konkret. Serta dapat menjaga inflasi di Kota Kediri," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan terdapat beberapa komoditas penyumbang deflasi pada bulan Januari 2026. Yakni, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bensin, kangkung, bayam, sawi hijau, tomat, angkutan udara dan wortel.
Lalu inflasi year on year Januari 2026, ada beberapa komoditas penyumbang inflasi. Diantaranya, tarif listrik, emas perhiasan, beras, taman kanak-kanak, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, dan lainnya. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




