Wali Kota Pasuruan saat memberi sambutan.
“Kita melihat minat masyarakat terhadap angkutan kota semakin berkurang. Melalui angkutan wisata ini, kita ingin angkutan kota kembali relevan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Adi.
Pasder ditetapkan dengan tarif Rp6 ribu dan diarahkan melayani rute wisata, termasuk wisata religi dan pusat aktivitas masyarakat. Program ini juga memperkuat identitas Kota Pasuruan sebagai kota santri dan kota wisata, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.
“Harapannya, angkutan wisata ini bisa mendukung kunjungan ke masjid, wisata religi, pusat oleh-oleh, serta destinasi lainnya, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan di mana aktivitas masyarakat biasanya meningkat,” urai Adi.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkot Pasuruan berharap Pasder dapat meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya tarik pariwisata, serta memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Launching turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Dishub Jawa Timur, serta kepala perangkat daerah terkait. (par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




