Petugas damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar bangunan asrama.
“Tadi malam kami sudah bersama tim inafis melakukan pengecekan awal. Dugaan sementara karena korsleting listrik. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil olah TKP,” jelas Maltuful Anam.
Pasca kejadian, pihak ponpes terpaksa meliburkan dan memulangkan para santri yang terdampak demi keselamatan. Kondisi bangunan asrama dinilai tidak memungkinkan untuk ditempati.
“Sekitar 400 santri kami pulangkan lebih awal. Kebetulan memang sudah mendekati libur Ramadhan yang biasanya dimulai tanggal 5. Sekarang kami majukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyampaikan keterangan berbeda berdasarkan laporan awal kepolisian. Menurutnya, api diduga berasal dari sisi timur pondok akibat ledakan tabung gas di dapur kecil.
“Bangunan yang terbakar meliputi satu ruang dapur kecil, satu ruang perpustakaan, serta sekitar 15 kamar pondok kecil. Korban jiwa nihil,” terang Yoni.
Dalam proses pemadaman, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Pamekasan diterjunkan ke lokasi sekira pukul 21.00 WIB. Upaya tersebut dibantu dua unit damkar dari Kabupaten Sampang untuk proses pembasahan hingga api benar-benar padam.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




