Syaikh dari Mesir Pimpin Doa, Kiai Asep Pimpin Shalat Malam di Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas

Syaikh dari Mesir Pimpin Doa, Kiai Asep Pimpin Shalat Malam di Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk saat shalat malam dan bermalam di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Humbang Raya, Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (28/1/2026). Foto: MMA/bangsaonline

Tak lama kemudian masuk waktu Subuh. Salah seorang santri berdiri mengumandangkan adzan. kemudian mengimami shalat jemaah Subuh.

Setelah wiridan langsung menyampaikan taushiyah. Dalam taushiyahnya banyak memberi motivasi kepada para jemaah terutama para pengelola pesantren. sangat optimistis, pesantren ini akan besar jika dikelola secara sungguh-sungguh karena sarana dan prasarana atau infrastrukturnya sudah siap.

“Sangat jauh jika dibandingkan ketika saya merintis Amanatul Ummah di Pacet,” tutur .

“Saat itu hanya ada rumah kecil dan kandang ayam,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.

Kandang ayam dan rumah kecil itulah yang dijadikan asrama santri.

“Muridnya 48 orang. Sekolahnya di bawah terop. Tapi saya pasang papan Madrasah Bertaraf Internasional,” ujar sembari tersenyum.

Menurut , kepala desa setempat sempat mencibir. Ia bahkan minta agar tak terlalu tinggi dalam bercita-cita.

“Pun kemelipen. Nyatanya kados ngeten,” ujar menirukan bahasa kepala desanya. Artinya, jangan terlalu tinggi, toh kenyataannya seperti ini (kandang ayam).

Nyali sempat ciut juga. “Tapi saya kemudian menemukan referensi Innallaha yuhibbu ma’aliyal umur wa yukrahu safsafaha. Allah itu suka pada orang yang tinggi urasannya, tinggi cita-citanya dan Allah tidak suka pada orang yang rendah urusannya, rendah cita-citanya,” tutur .

Sejak itu merasa percaya diri. Ia maju terus pantang menyerah. Ketika santrinya bertambah, menyewa rumah penduduk di sekitarnya. Yang akhirnya berkembang pesat dan besar.

“Dalam jangka 9 tahun Pacet sudah menjadi kota kecil. Santri Amanatul Ummah sekarang 16 ribu,” tutur

juga mengingatkan agar para santri, ustadz dan para jemaah tidak tidur setelah Subuh sampai matahari terbit. Sebab, kata , antara Subuh dan matahari terbit itulah Allah SWT membagi-bagi rezeki.

Usai memberikan taushiyah, minta Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk memimpin doa.

Perhatian terhadap Pesantren Amanatul Ummah  di ini. Selain aktif menggagas sistem dan kurikulum juga mengirimkan seorang ustadz senior untuk mengembangkan pesantren ini.

juga sangat sering mengunjungi Pondok Pesantren Amanatul Ummah . Sebelumnya, pada Senin 13 Oktober 2025 dan rombongan juga pernah menginap di pesantren tengah hutan itu. Bahkan sekarang membangun rumah pribadi di pesantren tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO