Heboh Lagi! Gus Yahya Dituding Catut Nama Rais Aam Tanpa Izin Kiai Miftachul Akhyar

Heboh Lagi! Gus Yahya Dituding Catut Nama Rais Aam Tanpa Izin Kiai Miftachul Akhyar KH Miftakhul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat berangkulan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). Foto: Bernas

“Tanfidziyah sudah tidak mengindahkan dan tidak menganggap Syuriah, Ini bisa memicu kegaduhan baru,” tulis Kiai Miftachul Akyhyar sembari mengatakan bahwa masalah Harlah masih bisa dilaksanakan selain/sesudah tanggal 31 Januari.

“Yang penting tertib administrasi dan organisasi,” tulis .

Untuk memastikan apakah pesan WA itu berasal dari HP Kiai Miftachul Akhyar, BANGSAONLINE menghubungi KH Imron Rosyadi Hamid, Ph.D, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Alumnus Jilin University Tiongkok bidang Hubungan Internasional itu membenarkan bahwa sreenshot itu berasal dari WA Kiai Miftachul Akhyar.

“Benar,” tegas Gus Imron Rosyadi – panggilan akrab Rektor Universitas Raden Rahmat Malang itu, Selasa (27/1/2025) hari ini.

Gus Imron juga mengirim rilis Katib PBNU KH Ahmad Tajul Mufakhir (Gus Tajul) yang menegaskan bahwa pencantuman nama Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar itu tanpa seizin Kiai Miftahul Akhyar.

“Menyikapi beredarnya undangan Peringatan Harlah NU ke-100 Masehi yang mencantumkan nama Rais Aam, melalui washilah postingan ini, dan atas seizin beliau, saya perlu menyampaikan klarifikasi bahwa agenda tersebut *belum mendapatkan persetujuan dari Rais Aam*,” tulis Gur Tajul.

Menurut dia, saat sowan kepada Rais Aam hari Senin, 12/01/26 lalu, memang menyampaikan rencana kegiatan tersebut.

“Tapi saat itu Rais Aam memberikan arahan yang jelas agar digelar Rapat Pleno terlebih dahulu. Hingga saat ini, arahan tersebut belum ditindaklanjuti karena justru mengusulkan agar digelar RaGab dulu,” tegas Gus Taju lagi.

”Dengan demikian, pencantuman nama Rais Aam dalam undangan yang beredar adalah tidak benar dan itu dilakukan tanpa seizin beliau,” tegas Gus Tajul lagi.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Kiai Miftakhul Akhyar dan sempat berangkulan saat dimediasi ishlah di Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur pada Kamis, 25 Desember 2025. Namun rangkulan di depan para kiai dan sebagian Mustasyar PBNU itu ternyata hanya formalitas. Faktanya semua poin yang tercantum dalam mediasi ishlah terebut tak ada yang terealiasi. Hubungan Kiai Miftachul Akhyar dan tetap tegang dan berjalan sendiri-sendiri hingga sekarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO