Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa NIng Lia.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa NIng Lia, menegaskan bahwa negara harus bersikap lebih adil dalam kebijakan pendidikan. Ia menilai, madrasah tidak boleh terus berada di posisi pinggir hanya karena berada di bawah kementerian yang berbeda.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah mendengar aspirasi guru pendidikan agama yang merasa madrasah kerap tertinggal dalam kebijakan pendidikan nasional.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
“Kalau tujuannya sama-sama mencerdaskan bangsa, ya seharusnya perlakuannya juga setara. Madrasah jangan terus dianggap nomor dua,” kata Ning Lia.
Menurut dia, masih terdapat jarak kebijakan antara sekolah umum dan madrasah, terutama dalam akses bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Banyak siswa madrasah juga berasal dari keluarga sederhana. Tapi akses bantuannya sering kalah cepat dibanding sekolah umum,” ujarnya.
Selain itu, Ning Lia menyoroti fasilitas pembelajaran. Disebutkan olehnya, sekolah umum relatif lebih mudah mendapat dukungan sarana berbasis teknologi, sementara madrasah masih harus berjuang dengan keterbatasan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




