Tim PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) saat melakukan pemantauan usah penanaman hexa reef di Pantai Pasir Putih Tlagoh Bangkalan Madura. (Ist)
Sebanyak 20 spesies ikan karang teridentifikasi di sekitar kawasan hexa reef, terdiri atas 13 spesies ikan mayor dan tujuh spesies ikan target. Kondisi ini memudahkan nelayan setempat mencari ikan tanpa harus melaut jauh.
Berkat upaya tersebut, lanjut Sigit, keindahan bawah laut pun bertambah. Karang lembaran (coral foliose) mendominasi dengan tutupan 10,44 persen, disusul karang massif (coral massive) sebesar 7,87 persen. Keberadaan terumbu buatan ini menjadi daya tarik baru bagi wisata bahari.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif Pemerintah Desa Tlangoh. Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, menuturkan bahwa tantangan awal justru datang dari rendahnya kesadaran warga terhadap lingkungan.
“Kami mulai dari membangun kesadaran masyarakat, bahwa menjaga pantai berarti menjaga masa depan mereka sendiri,” kata Kudrot.
Ia kemudian membentuk Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh yang mengelola kawasan wisata secara partisipatif. Kolaborasi pun terbangun antara pokdarwis, kelompok nelayan, dan pelaku UMKM.
Dampaknya terasa nyata. Sekitar 40 UMKM kini tumbuh dan beraktivitas di kawasan Pantai Pasir Putih Tlangoh, mulai dari kuliner, oleh-oleh, jasa wisata, hingga pengelolaan parkir. Bahkan, peluang ekonomi ini membuat sejumlah mantan pekerja migran Indonesia memilih pulang dan menetap di kampung halaman.
Tujuh anggota Pokdarwis Tlangoh tercatat merupakan mantan pekerja migran yang kini mengelola kawasan wisata.
“Penetapan pantai sebagai destinasi wisata mendorong terbentuknya lapangan pekerjaan baru bagi warga,” ujar Hidayat.
General Manager Zona 11 PHE WMO, Zulfikar Akbar, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program terletak pada keterlibatan masyarakat.
“Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berhasil. Bagi kami, warga Tlangoh adalah pahlawan tanpa jubah dan tanpa topeng,” katanya.
Dari dasar laut hingga denyut ekonomi desa, hexa reef di Pantai Tlangoh membuktikan bahwa konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh beriringan—asal dirawat dengan kolaborasi dan kesadaran bersama. (uzi/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




