Wali Kota Kediri saat membuka Musda ke-VII DPD LDII yang ditandai dengan memukul gong. Foto: Ist
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch. Amrodji Konawi, menyebut Musda memiliki 3 agenda utama, yakni laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan program kerja, dan pemilihan pengurus baru. Menurut dia, DPD LDII Kota Kediri telah menjalankan amanah organisasi dengan baik, khususnya dalam penguatan wawasan kebangsaan.
“Kebangsaan menjadi prioritas karena Indonesia adalah rumah besar yang dihuni oleh berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Kota Kediri terbukti mampu menjaga kondusivitas dan ketenteraman,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul secara kompetensi, matang dalam karakter, dan kuat secara spiritual.
“Keberhasilan pembangunan hanya akan tercapai apabila dibarengi dengan nilai, etika, dan kemuliaan sosial. Di sinilah peran strategis organisasi keagamaan sebagai mitra pemerintah daerah,” katanya.
Vinanda mengapresiasi pendekatan LDII yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Kediri, tidak hanya berfokus pada dakwah, tetapi juga penguatan SDM, pengembangan ekonomi, kepedulian lingkungan, serta pemanfaatan teknologi.
Ia berharap Musda ke-VII menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan melahirkan program kerja yang inklusif serta adaptif.
“Musyawarah Daerah ke-VII DPD LDII diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Kediri,” tutup Vinanda. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




