Kegiatan Journalist Class CIMB Niaga Hari ke-2. Foto: Feri Wahyudi/BANGSAONLINE
BOGOR,BANGSAONLINE.com - Hari kedua CIMB Niaga Journalist Class & Workshop berlangsung intens dan produktif di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Bogor, Jumat (12/12/2025).
Pelatihan terasa semakin hidup dengan hadirnya enam narasumber yang memberikan materi lanjutan kepada sekitar 100 jurnalis dari 30 daerah di Indonesia.
BACA JUGA:
- CIMB Niaga Gandeng IIJ Buka SJF 2026, Total Dukungan Rp200 Juta Demi Aksi Nyata Keberlanjutan
- CIMB Niaga Syariah Resmikan Digital Branch Pertama di Aceh
- Atur Gaji Lebih Efisien, CIMB Niaga Luncurkan OCTO Savers Payroll
- Wartawan BANGSAONLINE dan HARIAN BANGSA Raih Penghargaan Jurnalis Inspiratif CIMB Niaga 2025
CIMB Niaga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi jurnalis melalui sesi padat dan interaktif yang membahas teknik peliputan, pemahaman sektor perbankan, etika, hingga masa depan industri media.
Materi dirancang untuk mempertajam analisis dan kemampuan bercerita para peserta.
Sesi pembuka dimulai dengan Ngopi Pagi bersama Aiman Witjaksono dalam tema “Membangun Trust Lewat Cerita & Integritas”.
Aiman menyoroti pentingnya kualitas kerja jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Wartawan yang andal harus punya strategi, efisiensi, dan kredibilitas,” ujar Aiman.
Ia menambahkan pentingnya mengikuti perkembangan isu agar tetap relevan.
“Tugasnya tetap menjadi penjernih dan penyeimbang sesuai fakta, di era digital yang banjir informasi,” katanya.
Materi berlanjut bersama Teguh Sunyoto melalui sesi “Mengolah Data, Menyusun Cerita Memahami Kinerja Bank di Balik Angka”.
Teguh menjelaskan bahwa laporan keuangan perbankan sering dianggap rumit karena bisnis bank berbasis risiko dan diawasi ketat oleh regulasi.
“Pemahaman kinerja bank ikut memperkuat pemahaman ekonomi makro,” ujar Teguh.
Ia menilai jurnalis perlu memahami istilah finansial seperti kredit, NIM, NPL, ROE, hingga CASA agar tidak salah menginterpretasikan data.
“Liputan yang tepat dan faktual mencegah misinformasi dan menambah nilai bagi pembaca,” katanya.






