Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo saat membuka Petro Fishtival Gogoh Iwak di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. foto: ist.
“Karena potensi besar itulah, Gresik menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen terus meningkatkan produktivitas usaha tani dan budidaya perikanan,” tegas Adit. Ia juga berharap lomba gogoh iwak dapat menarik minat generasi muda agar lebih terlibat dalam sektor perikanan.
Untuk pertama kalinya digelar, lomba gogoh iwak menjadi pusat perhatian acara. Para peserta berlomba menangkap ikan nila dan bandeng dalam petak tambak menggunakan tangan kosong. Pemenang ditentukan dari ikan dengan bobot terberat.
Di hari yang sama, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia juga meresmikan Petromart Official Hub, jaringan pemasaran produk pengembangan perusahaan yang berlokasi di area Kebun Percobaan Petrokimia Gresik, Kelurahan Karangturi.
Adit menjelaskan bahwa kehadiran Petromart Official Hub bertujuan mendekatkan akses petani terhadap pupuk kemasan kecil dan produk inovasi lainnya, termasuk Petrofish, melalui layanan penjualan yang digital, cepat, responsif, dan terintegrasi.
“Kebutuhan petani kini semakin beragam. Mereka butuh produk berkualitas, akses mudah, pendampingan, dan edukasi. Semua itu kami hadirkan melalui Petromart Official Hub,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penjualan produk komersial Petrokimia Gresik, Phonska Cair, telah menembus 200 ribu botol dan berkontribusi positif pada produktivitas pertanian nasional. Produk tersebut juga tersedia di Petromart Official Hub.
“Kami berharap Petromart Official Hub terus berkembang di berbagai wilayah untuk memperkuat pemasaran produk Petrokimia Gresik dan memberi dampak sosial-ekonomi yang lebih luas bagi petani Indonesia,” pungkas Adit. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




