Jatim kembali ukir prestasi. (Ist)
Sementara itu, Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, Tahun ini FLS3N menghadirkan suasana kompetisi yang sangat ketat karena diikuti 855 peserta terbaik dari 37 provinsi serta perwakilan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang datang dari Arab Saudi, Malaysia, dan Jepang.
“FLS3N tahun ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah, dengan total 89.241 pendaftar dari seluruh Indonesia. Hanya 1 dari 104 murid (0,9%) yang berhasil lolos menjadi finalis nasional. Hal tersebut menunjukkan betapa ketatnya kompetisi ini,” jelasnya.
“Dari Jawa Timur, 23 finalis tampil pada 16 cabang lomba, membawa misi mempertahankan dominasi Jawa Timur di bidang seni dan sastra,” tambahnya.
Menurutnya, prestasi besar yang diperoleh Jatim pada FLS3N tahun ini menegaskan bahwa siswa siswi Jatim mampu menjaga konsistensi dalam pengembangan talenta seni secara menyeluruh.
“Hal ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara sekolah, guru pembina, orang tua, dan pemerintah daerah yang secara aktif menciptakan ekosistem prestasi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Kemenangan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah dan murid-murid di seluruh Jatim untuk terus meningkatkan kemampuan dalam bidang seni dan sastra.
“Dengan semakin tingginya standar kompetisi nasional, pembinaan yang komprehensif dan terarah perlu terus dipertahankan agar Jawa Timur tetap menjadi yang terbaik pada tahun-tahun mendatang,” harapnya.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa FLS3N tahun ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang penyelenggaraannya.
Jumlah pendaftar mencapai 89.241 murid dari seluruh Indonesia, meningkat 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan bahwa minat dan kesadaran terhadap seni dan sastra di kalangan murid semakin tinggi.
“Tahun ini FLS3N diikuti 89.241 murid dari seluruh Indonesia dan disaring ketat menjadi hanya 855 finalis dari 16 cabang lomba,” ungkapnya.
Selain prestasi utama, Jatim juga menerima apresiasi khusus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Rektor IKJ, Prof. M. Syamsul Maarif, memberikan beasiswa penuh kepada Provinsi Jatim sebagai penghargaan atas keberhasilannya meraih predikat Juara Umum FLS3N 2025 jenjang menengah. Selain itu, seluruh peraih juara 1, 2, 3, dan juara harapan mendapatkan fasilitas bebas tes masuk IKJ.
“Kami menyaksikan langsung antusiasme dan totalitas luar biasa dari para murid. Sebagai bentuk penghargaan, IKJ memberikan satu beasiswa penuh kepada Provinsi yang menyandang gelar Juara Umum FLS3N 2025, serta bebas tes masuk IKJ bagi seluruh peraih juara 1, 2, 3, dan juara harapan,” pungkasnya. (dev/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




