Tafsir Al-Hajj 27: Haji Main-Main

Tafsir Al-Hajj 27: Haji Main-Main Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Padahah Hajar sudah mondar-mandir anatara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ternyata, air yang dicari justru dihasilkan oleh hentakan kaki sang bayi yang lunak, Ismail A.S.. Itulah air Zamzam. Pelajarannya apa?

Pertama, bahwa berusaha itu wajib, sedangkan hasil bukan urusan manusia. Berhasil atau tidak, seberapa hasilnya, itu urusan Tuhan secara mutlak. Dengan berusaha kita sudah dihitung sebagai ibadah berpahala. Makanya, di hadapan Tuhan, lebih mulia bekerja sebagai kuli ketimbang mengemis dan mengamen di jalanan.

Jadi, ada orang yang berusaha ngoyo sekali, tetapi hasilnya sedikit, bahkan tidak mendapat apa-apa. Itulah yang diperankan oleh ibu Hajar. Ada yang dengan sedikit usaha dan bahkan tidak masuk akal, tapi justru hasilnya memuaskan. Itulah yang diperagakan oleh Isma’il kecil. Rezeki sungguh sangat misteri dan murni urusan Ilahi.

Dari bekas hentakan tumit Ismail ke tanah itu keluarlah air mineral sangat super. Karena melimpah dan bagus, maka semua kafilah yang lewat di situ pasti membutuhkan, lalu terjadi barter. Ambil satu timba dengan imbalan apel, kurma, anggur, jeruk, dan lain-lain. Akhirnya, ibu Hajar dan Ismail hanya duduk manis dan barter datang sendiri dengan imbalan sesuai kebutuhan. Tuhan yang mengatur.

Ini ada di padang pasir. Tradisi burung-burung padang pasir, jika menemukan air, maka mereka akan terbang berputar-putar persis di atas mata air tersebut, sebagai informasi kepada kawan-kawannya yang jauh, kepada kafilah yang jauh, bahwa di arah itu ada mata air. Lalu mereka berdatangan. Hajar dan Ismail semakin nikmat hidupnya, berkat kepasrahan yang tinggi.

Aktualnya adalah kerja sehari-hari terkait dengan rezeki. Bahwa benar, anda berdagang, membuat bakso, memasak yang enak, tampil menarik, mendorong gerobak dan keliling kampung atau mangkal di kios anda dengan promo dan lain-lain. Itulah usaha anda, titik. Di sini anda telah beribadah.

Lalu, siapa yang mendorong pembeli menuju kios anda? Siapa yang menggiring pembeli membeli dagangan anda? Di sinilah rezeki diberikan. Di sini mutlak peran Tuhan. Katakan: “al-Handu Lillah”.

Ada Thawaf, berjalan mengitari Baitullah hingga tujuh kali. Naik kursi roda, ditandu juga boleh. Santai saja. Ya, memang kayak main-main. Begitu anggapan mereka yang nonmuslim dan membenci. Mereka tidak mengerti hikmah apa di balik putaran tersebut. Artinya?

Sehebat apapun upaya anda, sehebat apapun kuasa anda, kekayaan anda, anda tidak pernah bisa lepas dari ikatan Tuhan. Dididik agar orang beriman tetap dalam lingkaran rumah Tuhan. Jangan menjauh dan jangan sampai terpental. Itulah eter yang sangat bermanfaat untuk menggalang keterkaitan dengan space ketuhanan.

Sisi lain, sebagai seorang beriman, meski sedang tidak mampu mengendalikan nafsu, meski sebejat apapun akhlak anda, segelap apa pun hati anda, tapi sekali-sekali ditinggalkan falsafah ada di dekat rumah Tuhan ini. Tetap pegang keimanan dan jangan sampai lepas. Serusak apa pun, in sya’ Allah Tuhan berkenan memandu anda kembali masuk ke lingkaran Tuhan lagi.

Terhadap mereka yang menyepelekan ibadah haji, sejak dulu islam menantang agar membuat haji-hajian kayak di islam. Ternyata, agama mana pun tidak ada yang bisa. Dulu ada kayak haji-hajian yang digagas oleh umat Kristen dengan memusatkan kegiatan kreasi tersebut di Kota Vatikan. Ternyata bubar karena tidak punya acara yang menarik.

Di samping itu, pemeluk agama tersebut tidak begitu tertarik karena kayak kumpul-kumpul saja tanpa makna religi. Paling-paling seminar, berkhotbah, pujian, doa-doa yang sangat membosankan.

Di samping biaya yang besar, perbedaan bahasa antar negara yang patokannya bahasa Inggris. Hanya berapa umat Kristen yang fasih bahasa Inggris. Ya, tidak menarik, itu alasan mutlaknya. Baik orangnya maupun acaranya.

Tidak sama dengan hajinya umat islam, sampai-sampai ikhlas ngantre bertahun-tahun. Mengeluarkan uang banyak. Bahkan ditakdir mati di sana, malah senang dan ridla. Sebodoh apa pun pasti bisa melakukan rukun-rukun haji. Apalagi ada pemandunya. Dan haji itu bagian dari hidayah Tuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'H Muhammad Faiz Abdul Rozzaq, Penulis Kaligrafi Kiswah Ka'bah Asal Pasuruan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO