Tokoh masyarakat dari Bangkalan, KH Imron Fatah.
Ia menegaskan, program MBG merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan visi-misi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045, melalui misi Asta Cita yang menekankan penguatan sumber daya manusia.
“Jangan sampai program mulia ini dicederai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih lanjut, Imron mengingatkan bahwa setiap Satuan Pelaksana Pemberdayaan Gizi (SPPG) telah memiliki sistem quality control yang melibatkan ahli gizi dan kepala sekolah.
Apabila ditemukan kelalaian berulang, ia menilai perlu ada tindakan tegas, termasuk penghentian sementara operasional SPPG untuk evaluasi.
“Pembangunan SPPG ini menelan biaya besar. Maka semua pihak dari sekolah, SPPI, hingga pemerintah daerah, harus bekerja sama dan berkoordinasi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Imron menekankan pentingnya menjaga integritas anggaran. Disebutkan harga Rp10 ribu per paket makan sudah melalui perhitungan matang dari pusat.
“Jangan sampai ada pemotongan atau permainan harga yang mengorbankan kualitas makanan anak-anak. Ingat, program ini bukan ladang mencari untung, apalagi korupsi,” pungkasnya. (uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




