Salah satu pengunjung stan Kementerian ATR/BPN dalam pameran Livin Festival di PIK 2.
“Usia-usia segini kan senang ya, daripada kita harus dilaminating dokumennya gitu, itu kan jadul banget. Yang penting sekarang kita punya berkas elektroniknya dan sudah bisa dilihat langsung dari Sentuh Tanahku,” ucapnya.
Setelah merasakan manfaatnya, Helen aktif mempromosikan aplikasi tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
“Kita generasi muda harusnya ikut bantu ingatkan orang tua karena masih banyak juga yang gak aware, padahal punya banyak sertipikat. Keluarga saya pernah kasus dulu beli tanah, terus sudah berapa lama gak diapa-apain gak tahu jadi apa. Saya bilang download deh Sentuh Tanahku, bisa lihat di situ lengkap datanya, jadi mulai maintain,” paparnya.
Menurut dia, aplikasi ini menjadi pengingat penting bagi pemilik tanah untuk menjaga dan merawat aset mereka.
“Paling gak kalau sudah tercatat di aplikasi, kelihatan aset-asetnya, orang akan lebih aware. Kita jadi tahu, oh ya kita punya aset ini, punya aset itu, berarti harus dijaga,” pungkasnya. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




