Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, silaturahmi, dan ngopi bareng warga Madura di Monas.
“Pak Wakapolda, saya titip saudara-saudara saya di sini. Orang Madura cinta tanah air, cinta bangsa, dan cinta Jakarta. Orang Madura siap menjaga Jakarta!” kata Haji Her.
Momen paling mengejutkan terjadi di penghujung acara. Di tengah suasana hangat selawatan dan ngopi bersama, ia mendadak mengumumkan hadiah uang tunai Rp10 juta untuk 17 peserta yang dipilih secara acak.
“Saya pilih berdasarkan raut wajah. Siapa yang kelihatan sedang susah, mungkin ada hutang, kita bantu sedikit. Semoga bisa meringankan beban,” tuturnya sembari menyalurkan bantuan.
Tepuk tangan bergemuruh, teriakan takbir dan ucapan syukur menggema dari warga yang tak menyangka mendapat rezeki dadakan. Dari pedagang kecil, sopir ojek online, mahasiswa hingga buruh pabrik, semua larut dalam haru.
Acara ditutup dengan selawatan massal dan doa bersama yang menggetarkan langit Monas. Aroma kopi Madura bercampur dengan semangat ukhuwah Islamiyah, menandai malam penuh berkah dan cinta tanah air.
Malam itu, Monas bukan sekadar monumen perjuangan, melaninkan sebagai saksi kuatnya persaudaraan, solidaritas, dan kebanggaan sebagai orang Madura.
“Saya ingin orang Madura di mana pun berada dikenal karena kebaikan dan kejujurannya,” kata Haji Her. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




