Di Pesantren Kampung NU Kapuas, Kiai Asep Tegaskan Guru Harus Doakan Murid, Ini Lima Waktu Istijabah

Di Pesantren Kampung NU Kapuas, Kiai Asep Tegaskan Guru Harus Doakan Murid, Ini Lima Waktu Istijabah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan rombongan, pengurus NU serta santri saat shalat malam dan shalat witir di Masjid An Nur Pondok Pesantren Kampung NU Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (14/10/2025). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.

Menurut Kiai Asep, apapun permintaan dan kebutuhan kita, tumpahkan saat sujud itu kepada Allah. Kiai Asep cukup lama sujud. “Karena banyak yang saya minta. Allah senang kalau kita minta, kalau manusia tidak senang kalau dimintai,” jelas kiai miliarder tapi dermawan itu.

“Setelah ini kita tutup shalat hajat ini dengan shalat witir itu tiga rakaat dengan dua kali salam,” kata Kiai Asep kemudian. “Al witru haqqun, alwitru haqqun, alwitru haqqun, witir itu wajib, witir itu wajib, witir itu wajib,” tegas Kiai Asep sambil berdiri.

Setelah merampungkan shalat witir tiga rakaat, salah seorang jemaah menginformasikan bahwa waktu Subuh sudah masuk. Kiai Asep minta ada jemaah yang adzan. “Kalau suatu saat tak sempat shalat malam, maka jangan sampai kita tak shalat Subuh berjemaah,” kata Kiai Asep mengingatkan.

Menurut Kiai Asep, shalat Subuh secara berjemaah sangat penting, meski hanya dengan istri. “Karena kalau kita shalat Subuh berjemaah, meski hanya dengan istri, maka hidup kita akan ditanggung oleh Allah,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.

Kiai Asep mengajak para pengelola pesantren kampung NU tidak putus asa dalam berjuang. “Kita ini para pejuang. Kita berjuang di jalan Allah. Pak Haji Junaidi berjuang dengan hartanya. Bahkan juga ikut turun,” kata Kiai Asep. Begitu juga yang lain, termasuk Ketua PCNU Palangkaraya Kiai Haji Syahrun dan para pengurus NU serta Pergunu.

Menurut Kiai Asep, Allah telah berjanji akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah. “Tidak sama orang yang hanya duduk-duduk dengan orang yang berjuang di jalan Allah,” kata Kiai Asep sembari mengatakan bahwa di balik kesulitan pasti disertai kemudahan.

“Dan kalau sudah kemudahan nanti akan terus diberi kemudahan,” kata Kiai Asep memotivasi para pengelola pondok pesantren kampung NU.

Ia juga berpesan kepada para ustadz, selain mentradisikan shalat malam dan shalat berjemaah juga instiqaman mendoakan para santrinya. Terutama pada malam Jumat. “Karena pada malam Jumat itulah doa dikabulkan,” tegas kiai yang memiliki puluhan ribu santri itu.

Menurut Kiai Asep, ada lima momen doa dikabulkan oleh Allah. Pertama, tanggal 1 bulan Rajab. “Lailatul ula min Rajab,” ujar Kiai Asep.

Kedua, malam 15 Sya’ban. Ketiga, malam Jumat. Keempat, malam Idul Fitri dan kelima, malam Idul Adlha.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO