“Melalui ajang ini, kami ingin menegaskan bahwa santri tidak hanya mampu berkiprah dalam dunia keagamaan dan sosial, tetapi juga punya potensi besar di bidang olahraga,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, Edy berpesan agar kompetisi ini dimaknai sebagai sarana mempererat hubungan antarpondok pesantren serta sebagai momen untuk membentuk karakter dan semangat kebersamaan.
“Kemenangan yang sejati bukan hanya dilihat dari skor akhir, tetapi dari bagaimana kita menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan rasa saling menghormati,” tambahnya.
Liga Santri tahun ini akan digelar di empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Jember. Sementara itu, laga semifinal dan partai final dijadwalkan berlangsung di Stadion JSG pada tanggal 20 dan 21 Oktober 2025.
Pertandingan eksibisi pembuka antara Persid Jember dan Rans Nusantara menjadi awal dari rangkaian panjang turnamen ini. Laga tersebut sekaligus menjadi simbol semangat kebersamaan antara kalangan profesional dan komunitas santri.
“Selamat bertanding kepada seluruh tim. Tunjukkan semangat terbaik, jaga sportifitas, dan mari kita bangun kekuatan persatuan melalui sepak bola,” pungkas Edy (nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




